Jombang (beritajatim.com) – Pasangan Anies-Muhaimin melakukan safari politik di PPMM (Pondok Pesantren Mambaul Maarif) Denanyar Jombang Jawa Timur, Jumat (29/9/2023). Pada kesempatan tersebut, Bacapres dan Bacawapres dari koalisi perubahan ini membagian sekitar 1.500 bibit pohon sawo kecik.
Kehadiran Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar ini disambut seribu orang lebih. Mereka adalah para kiai, bu nyai, serta gus yang ada di Jombang. Selain itu juga para pengurus PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dari jajarab cabang, anak cabang, hingga ranting.
Di hadapan massa pendukungnya Muhaimin memulai sambutan terlebih dulu. Lagi-lagi Ketua Umum PKB ini menceritakan perjodohannya dengan Anies Baswedan. Bagi Gus Imin, panggilan akrab Muhaimin Iskandar, Anies bukanlah orang baru.
Tapi sudah bersahabat sangat lama dengan Gus Imin, yakni sejak era 1980-an. Sejak keduanya sama-sama kuliah di UGM (Universitas Gajah Mada) Yogyakarta. Anies di Fakultas Ekonomi, sedangkan Gus Imin di Fisipol (Fakultas Ulmu Sosial Ilmu Politik).
“Kita sama-sama turun ke jalan untuk menumbangkan tirani. Kita sama-sama terjun dalam dunia pergerakan. Hingga akhirnya berhasil menumbangkan orde baru dan diganti orde reformasi,” ujar keponakan Gus Dur ini.
BACA JUGA:
Menyerap Spirit Jombang untuk Kemenangan Anies Baswedan
Gus Imin juga menceritakan safari politiknya di Jatim bersama Anies Baswedan. Berangkat Kamis pagi dari Jakarta kemudian ke Banyuwangi, Jember, Pasuruan, Gresik, serta Surabaya hingga malam. Kemudian Jumat pagi di Guluk-guluk Sumenep, Ponpes Annuqayah, Ponpes At Taubah, serta Masjid Nur Muhammad.
“Semuanya kita sowani. Kemudian Jumat siang mendarat di Stadion Merdeka Jombang. Pada kesempatan ini saya mau lapor. Dulu dari sini saya berangkat menjadi calon presiden. Tapi sekarang saya mau jadi cawapres, asal Capresnya Mas Anies Baswedan,” ujarnya.
Gus Imin kemudian menyerahan bibit pohon sawo kecik secara simbolis kepada salah satu pendukung. Dia berharap bibit itu ditanam di pekarangan. “Bibit sawo ini sebagai penanda bagi pendukung Amin (Anies-Muhaimin). Rawat dengan baik-baik pohon tersebut,” katanya.

Gus Imin mengungkapkan bahwa pohon sawo memiliki makna filosofis yang mendalam. Yakni, sawo kecil merupakan simbol kesejahteraan dan penanda semangat juang. “Tentu ini sebagai penanda bagi pendukung Anies-Muhaimin,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Jombang Hadi Atmaji mengatakan bahwa acara tersebut menghadirkan sekitar 2000 orang. Mereka adalah para kiai, bu nyai, dan gus yang ada di Jombang. “Sedangkan pohon sawo yang kita siapkan sebanyak 1.500 bibit,” kata Hadi usai acara. [suf]






