Politik Pemerintahan

Anggota DPRD Kota Kediri Bagi Sembako dan Sayur untuk Warga Jalani Isolasi Mandiri

Anggota DPRD Kota Kediri Yuni Kuswulandari menyerahkan donasi sembako kepada warga jalani karantina mandiri Covid-19.

Kediri (beritajatim.com) – Puluhan KK di Kelurahan Semampir, Kota Kediri menjalani karantina mandiri. Isolasi wilayah skala kecil ini dilakukan, sebagai tindak lanjut adanya salah satu warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Untuk memaksimalkan upaya isolasi, Anggota DPRD Kota Kediri Yuni Kuswulandari memberikan bantuan permakanan. Antara lain, paket sembako berupa beras, sayur mayur, lauk pauk, susu serta nasi kotak.

Menurut politisi perempuan Partai Golkar ini, aksi membantu mencukupi kebutuhan warga yang sedang menjalani isolasi mandiri bagian dari upaya melawan pandemi Covid-19.

“Kami memberi donasi sembako dan sayuran untuk warga yang melakukan isolasi mandiri, pasca ada penetapan warga yang positif Covid-19. Karena mereka diisolasi dan tidak bisa ke mana-mana hingga 14 hari ke depan,” ujar wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) setempat itu.

Di Kelurahan Semampir ini, ada satu orang perempun berusia 60 tahun yang terpapar Covid-19. Pasien terkonfirmasi positif dari klaster penularan persekutuan doa El Shaday. Sejak kemarin, warga sekitar harus menjalani isolasi mandiri. Data yang dihimpun menyebutkan, ada 20 KK (45 jiwa) warga yang melakukan karantina wilayah skala kecil.

“Bantuan permakanan dan sayuran ini akan kami berikan setiap dua hari sekali. Harapannya dalam meringankan beban mereka,” sambung Yuni. Penyerahan bantuan dilakukan di pagi buta. Sehingga bantuan bisa dimanfaatkan langsung untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Menurutnya, sayuran sangat baik untuk kesehatan. Banyak kandungan zat hijau daun dan vitamin maupun mineral yang dibutuhkan tubuh. Mengkonsumsi makanan yang bergizi, sangat penting bagi mereka dalam upaya menghadapi Covid-19 ini. Yuni berharap masyarakat yang menjalani karantina bisa patuh dengan aturan, berdiam diri di rumah dan tidak pergi ke mana-mana.

Rindin, salah seorang warga yang menjalani isolasi mandiri menyatakan rasa terima kasihnya. Dirinya dan warga lain merasa terbantu dengan pemberian bantuan tersebut. “Kami berterima kasih dan bersyukur sudah dibantu,” ucapnya. Ia berharap seluruh warga yang menjalani karantina wilayah skala kecil selalu dalam keadaan sehat.

Sementara itu, untuk memaksimalkan masa isolasi mandiri, pihak keamanan dari Linmas dan warga sekitar telah mendirikan Posko Covid-19 di zona merah tersebut. Petugas selalu memberikan himbauan tentang kewajiban memakai masker dan selalu mencuci tangan.

Untuk diketahui, kegiatan persekutuan doa di satu klinik kesehatan Jl Mangga, Kaliombo, pada 19 Juni 2020 lalu, menimbulkan kasus Covid-19 baru. Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar melalui story Instagramnya mengatakan, saat ini ada 20 orang yang dinyatakan positif, setelah mengikuti kegiatan tersebut. Sedangkan aktivitas itu sendiri diikuti sebanyak 32 orang peserta.

Dari seluruh peserta, 25 orang telah berhasil dilakukan tracing. Namun, tujuh orang tidak sempat dilakukan rapid tesT karena sudah keburu kembali ke Jakarta. [nm/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar