Lamongan (beritajatim.com) – Kantor Kementerian Agama Lamongan melaporkan bahwa porsi jemaah hajinya berjumlah 1.626 orang. Dari ribuan Calon Jemaah Haji (CJH) asal Lamongan itu, diperoleh 5 (lima) hal sebagai berikut :
1. Terdapat 1.574 CJH Ikut Manasik Haji
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Lamongan, Samsuri menyampaikan bahwa ada 1.574 CJH yang mengikuti kegiatan bimbingan manasik haji. Kegiatan bertajuk “Hari Berkeadilan dan Ramah Lansia” itu digelar di Masjid Namira, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.
Menurutnya, manasik berfungsi sebagai media informasi terkait tata cara melangsungkan ibadah haji yang benar dan runut. Selain itu, juga memberikan edukasi terkait adanya perubahan-perubahan situasi di Kota suci Mekkah serta kegiatan haji yang dapat diakses secara digitalisasi.
“Manasik haji itu sebagai bekal pemantapan ibadah haji 1444 H/ 2023 M. Kegiatan itu berlangsung selama dua hari, Minggu-Senin, tanggal 14-15 Mei 2023 di Masjid Namira. Diikuti 1.574 CJH yang didominasi CJH tahun pemberangkatan 2020, 2021 dan 2022 akibat Covid-19,” kata Samsuri.
2. Terbagi Menjadi 3 Kloter
Samsuri mengungkapkan, ribuan CJH asal Lamongan itu terbagi dalam 3 kloter, yakni kloter 19, 20 dan 21. Sebagian di antara CJH asal Lamongan ini akan bergabung dengan daerah lain saat pembagian kelompok terbang (kloter).
“Insya Allah, CJH dari Lamongan terbagi menjadi 3 kloter yakni kloter 19, 20 dan 21 yang direncanakan masuk asrama haji tanggal 30 Mei 2023 dan berangkat tanggal 1 Juni 2023,” terangnya.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/berangkat-1-juni-2023-1-574-cjh-lamongan-ikuti-manasik-haji-di-masjid-namira/
3. Didampingi 28 Petugas Haji
Dalam rangka memantau kesehatan para jemaah haji ini, Samsuri menuturkan, pihaknya bakal memberangkatkan 28 petugas haji yang terdiri dari petugas kloter, petugas kesehatan, pembimbing ibadah dan KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah).
“Kami juga akan memberangkatkan 28 petugas haji yang terdiri dari nakes, petugas kloter hingga pembimbing ibadah yang akan mendampingi para jemaah selama menjalankan ibadah haji,” imbuhnya.
4. CJH Tertua 98 Tahun, Termuda 20 Tahun
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Kantor Kemenag Lamongan, CJH tertua dari Lamongan berusia 98 tahun yang bernama Syukur bin Idin, asal Desa Balun Turi, Lamongan. Sedangkan yang termuda berusia 20 tahun atas nama Akbar Nur Husni Ardhi bin Jakfar Makruf Arjono, yang beralamat di Jalan Kinameng Arofah 10, Sidokumpul, Lamongan
“Tercatat pada tahun ini dari Lamongan ada 73 jemaah yang masuk dalam kategori lansia. Usia mereka antara 85 sampai dengan 98 tahun. Yang paling muda usianya 20 tahun,” bebernya.
5. Ada 52 Orang CJH Tak Lunasi Biaya Haji
Samsuri menyebut, masih ada 52 orang CJH asal Lamongan yang tidak melunasi biaya haji 2023. Padahal, sebelumnya Kementerian Agama memperpanjang masa pelunasan biaya haji reguler hingga 12 Mei 2023.
“Porsi jemaah haji Kabupaten Lamongan tahun ini sejumlah 1.626 terdiri dari lunas tunda tahun 2020-2022 (karena Covid-19) dan porsi 2023 sejumlah 1.553 ditambah 73 jemaah program prioritas lansia. Namun berjalannya waktu yang melunasi sejumlah 1.574 dan tidak lunas 52,” jelasnya.
Biasanya, tutur Samsuri, ada beberapa hal yang seringkali menjadi alasan CJH untuk menunda keberangkatan hajinya. Penundaan itu ada yang disertai dengan surat pernyataan dan ada yang tidak disertai surat pernyataan.
Adapun alasan yang kerap melatarbelakangi penundaan itu seperti alasan keluarga yang disertai dengan surat pernyataan. Lalu alasan lain seperti menunggu, belum adanya biaya, faktor kesehatan atau sakit, meninggal dunia dan alasan kedinasan lainnya yang disertai surat pernyataan.
“Untuk yang non pernyataan yang kami himpun dari berbagai pihak terbanyak karena meninggal dunia, belum ada biaya, sakit, menunggu dan kesehatan. Selebihnya, karena masih cadangan, di mana cadangan ada yang melunasi ada yang tidak,” tandasnya.[riq/kun]






