Politik Pemerintahan

275 Desa di Sumenep Berkategori Desa Berkembang

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sumenep, Moh. Ramli (foto: ist)

Sumenep (beritajatim.com) – Sesuai penetapan indeks desa membangun (IDM), sebanyak 275 desa dari 330 desa di Kabupaten Sumenep berstatus desa berkembang. Sedangkan 55 lainnya berstatus desa maju, dan 1 desa berstatus desa mandiri.

“Sejak 2 tahun lalu, Alhamdulillah di Sumenep sudah tidak ada yang berstatus desa tertinggal. Bahkan tahun ini kami berhasil menghantarkan 1 desa menjadi desa Mandiri, yakni Desa Lobuk, Kecamatan Bluto,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, Rabu (02/06/2021).

Ia menjelaskan, penetapan IDM tersebut berdasarkan beberapa indikator. Diantaranya ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Proses entry indikator tersebut di masing-masing desa.

“Penetapan IDM ini untuk mendukung upaya pemerintah terkait pembangunan di desa, khususnya penanganan kemiskinan. Jadi IDM ini merupakan alat ukur kebijakan pemerintah,” terangnya.

Khusus untuk Desa Lobuk, lanjut Ramli, sudah sewajarnya apabila berstatus sebagai desa mandiri. Mengingat Desa Lobuk merupakan pemenang lomba desa dan tahun ini menjadi duta lomba desa tingkat provinsi.

“Untuk desa yang sudah berstatus desa mandiri, artinya dari sisi pemberdayaan masyarakatnya, pendapatan asli desanya, BUMDesnya, semua sudah bagus. Penilaian IDM ini melibatkan berbagai elemen,” ujarnya.

Ia berharap agar desa-desa lain mampu berkreasi dan berinovasi, untuk mendongkrak IDM nya agar mampu menjadi desa mandiri. “Obsesinya kan masuk dalam kategori desa mandiri yang merupakan ‘tahta’ tertinggi dalam pengelolaan roda pemerintahan desa,” tegasnya. [tem/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar