Gresik (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Gresik berhasil mengungkap penyebab kematian penjual di Ruko Pasar Gadung Kecamatan Driyorejo, Gresik. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban atas nama Eko Bayu Asmoro warga Desa Sumberejo, Kecamatan Malo, Bojonegoro, meregang nyawa akibat dianiaya.
“Kejadian tersebut bukan pembunuhan, melainkan penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia. Jadi, korban dianiaya oleh sejumlah orang dari perguruan silat hingga,” ujar Kapolres Gresik AKBP M. Nur Azis, Rabu (16/11/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”polres-gresik”]
Perwira menengah Polri itu menambahkan, akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka parah di sejumlah tubuhnya. Di antaranya pendarahan di bagian otak yang membuat nyawa korban tidak tertolong. Sehingga, akhirnya jasad korban ditemukan pedagang lain.
“Setelah menggali keterangan saksi – saksi. Kami sudah mengamankan dua pelaku. Keduanya sudah dibawa ke Mapolres Gresik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari keterangan dua pelaku, ada lima pelaku lain. Saat ini kelimanya masih buron,” imbuhnya.
Lebih lanjut M.Nur Aziz mengatakan, terkait dengan kasus ini pihaknya terus mendalami. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain yang terlibat.
“Anggota kami di lapangan sudah bekerja keras. Dalam waktu tidak lama berhasil mengungkap kasus ini,” katanya.
Seperti diberitakan, jasad seorang pria ditemukan di salah satu ruko Pasar Gadung, Selasa (15/11) sore. Penemuan mayat tersebut sempat membuat pedagang dan masyarakat sekitar gempar. Korban ditemukan tidak mengenakan baju. Namun, memakai celana dan berselimut sarung hitam. Akibat kejadian itu, hidungnya keluar ingus. (dny/kun)






