Ringkasan Berita:
- Polda Jatim menurunkan Tim TAA dan 3D Scanner di lokasi kecelakaan maut Tol Paspro.
- Polisi memindai enam titik penting untuk merekonstruksi tabrakan.
- Dugaan sementara kecelakaan dipicu sopir mengantuk akibat kelelahan.
- Dua staf pendamping anggota DPR RI meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Probolinggo (beritajatim.com) – Garis-garis putih penanda olah tempat kejadian perkara (TKP) masih membekas di ruas Tol Pasuruan–Probolinggo, Senin (25/5/2026). Di lokasi inilah perjalanan rombongan anggota DPR RI berakhir tragis setelah kecelakaan maut merenggut dua nyawa muda.
Untuk mengungkap detik-detik kecelakaan tersebut, Ditlantas Polda Jawa Timur bersama Satlantas Polres Probolinggo Kota kembali melakukan olah TKP lanjutan dengan menurunkan Tim Traffic Accident Analysis (TAA) lengkap menggunakan teknologi 3D Scanner.
Sedikitnya enam titik penting dipindai petugas, mulai dari laju awal Toyota Innova, titik benturan, hingga posisi akhir kendaraan yang ringsek usai menghantam truk di depannya.
Demi kepentingan penyelidikan, arus lalu lintas arah barat sempat dihentikan sementara.
Suasana olah TKP berlangsung serius. Petugas tampak memeriksa jejak benturan di aspal, mengukur jarak kendaraan, hingga memindai bodi Toyota Innova yang rusak parah di bagian depan akibat tabrakan keras.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, Septa Firmansyah mengatakan olah TKP lanjutan dilakukan untuk memastikan penyebab utama kecelakaan yang menewaskan dua staf pendamping anggota DPR RI tersebut.
“Pada hari ini kami melanjutkan olah TKP yang sebelumnya telah dilakukan Satlantas Polres Probolinggo Kota dengan menurunkan Tim TAA. Tujuannya untuk mengetahui kecepatan kendaraan Innova saat kecelakaan terjadi,” ujar AKBP Septa Firmansyah.
Tak hanya lokasi kejadian, dua kendaraan yang terlibat kecelakaan juga dipindai menggunakan teknologi tiga dimensi di kawasan rest area dan Exit Tol Tongas.
Polisi berupaya menyusun ulang kronologi tabrakan secara ilmiah guna mengungkap kejadian beberapa detik sebelum kecelakaan terjadi.
Dari hasil analisa awal dan keterangan saksi, dugaan sementara kecelakaan dipicu faktor human error.
Sopir Toyota Innova diduga kehilangan konsentrasi akibat mengantuk setelah kelelahan beraktivitas.
“Dari hasil analisa sementara di lapangan serta keterangan sejumlah saksi, kecelakaan diduga dipicu sopir Innova yang mengantuk akibat kelelahan setelah beraktivitas. Hasil olah TKP ini nantinya juga akan menjadi dasar dalam penetapan tersangka,” tambahnya.
Kecelakaan maut itu terjadi Sabtu sore (23/5/2026) di wilayah Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.
Toyota Innova bernopol N 1297 NB yang membawa anggota DPR RI Muhammad Hilman Mufidi melaju menuju Surabaya sebelum menghantam bagian belakang truk di depannya.
Mobil tersebut dikemudikan Mahrus Ali (36), warga Kecamatan Paiton.
Di dalam kendaraan juga terdapat dua staf pendamping, yakni Alex Anwaruh (25) dan Adinda Najwa (26), warga Tangerang.
Benturan keras membuat bagian depan kendaraan remuk parah. Alex Anwaruh dan Adinda Najwa meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara Muhammad Hilman Mufidi dan sopir kendaraan mengalami luka-luka dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Kini, hasil pemindaian digital dan analisa Tim TAA menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas tragedi maut di Tol Paspro tersebut. [rap/beq]






