Surabaya (beritajatim.com) – Polisi menggelar razia handphone di SMKN 7 dan SMK 45 Surabaya untuk memastikan jika para pelajar tidak tergabung dalam kelompok gangster yang dalam sepekan terakhir meresahkan warga.
Razia yang digelar oleh Satbinmas Polrestabes Surabaya tersebut dilakukan, Selasa (06/12/2022).
Wakasat Binmas Polrestabes Surabaya, AKP Achmadi mengatakan razia tersebut dilakukan untuk mengantisipasi para pelajar berada di lingkungan yang salah. Dalam razia itu pihak kepolisian mengecek percakapan WhatsApp dan media sosial lainnya.
“Kita cek HP perwakilan pelajar di sini, ada tidak di antara adik-adik di sini, ada WA grup yang mengajak kegiatan tidak baik,” ujar Achmadi, Selasa (06/12/2022).
Achmadi menambahkan jika dalam pemeriksaan ini polisi melakukan pengecekan secara acak lantaran banyaknya siswa dalam satu sekolah.
“Kalau diperiksa semua tidak mungkin, karena siswa ada 2000, hanya 150 sampai 200 siswa yang kita laksanakan pemeriksaan HP secara random (acak),” jelas dia.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gangster-surabaya”]
Dari ratusan handphone yang dilakukan pengecekan itu, polisi tidak menemukan percakapan maupun grub yang mengarahkan pada aksi tawuran. Ditanya terkait apakah akan melakukan operasi serupa di sekolah yang lain, Achmadi mengatakan jika pihaknya akan melakukan razia di sekolah lain.
“Tidak ada ditemukan hal negatif, tadi beberapa hanya ada yang menyimpan video porno,” tegas Achmadi.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Joko Catur mengatakan, berterima kasih kepada pihak kepolisian. Dengan adanya razia itu pihak sekolah bisa mengantisipasi lebih dini adanya kegiatan yang mengarah pada aksi tawuran.
“Kalau memang siswa kita ada yang terlibat bisa kita tangani lebih awal, sehingga tidak merembet ke siswa kita yang lain,” pungkasnya. (ang/ted)






