Surabaya (beritajatim.com) – Usai diperiksa oleh Anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, 10 pemuda yang diamankan di Jalan Luntas, Pacar Keling, Selasa (29/11/2022) malam adalah pelaku penyerangan pos security di Pakuwon City beberapa waktu lalu. Perlu diketahui, dalam penyerangan tersebut, dua warga Surabaya mengalami luka bacok.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Anton Elfrino membenarkan penangkapan 10 anggota gangster diduga kuat merupakan pelaku penyerangan pos security di Pakuwon City beberapa waktu lalu. “Iya betul, telah diamankan sekitar 10 orang. Ini masih dilakukan pemeriksaan, didalami lagi,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (30/11/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”gangster”]
Saat ditangkap, 10 pemuda tersebut membawa senjata tajam. Diduga mereka akan membuat kerusuhan di kota Surabaya. Beruntung, sebelum beraksi, kesepuluh pemuda diamankan terlebih dahulu. “Ada beberapa sajam juga diamankan. Apakah milik mereka atau tidak, itu yang masih terus dilakukan penyelidikan. Termasuk keterlibatannya,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan beritajatim.com, Anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama dengan Polsek Kenjeran mengamankan sejumlah anak muda diduga gangster di sebuah kedai di Jalan Luntas, Pacar Keling, Selasa (29/11/2022) sekitar pukul 23.00 WIB. Dari informasi yang dihimpun Beritajatim, sejumlah pemuda tersebut tergabung di dalam salah satu kelompok gangster di Surabaya.
Tio (34) salah satu pengunjung mengatakan, jika saat itu dirinya sedang nongkrong di warung yang sama dengan sejumlah pemuda yang diamankan. Ia mengatakan, jika tiga mobil polisi langsung datang dan menangkap sekitar 10 pemuda di dalam warung tersebut. “Ada 10 orang mas, gangster tadi kata penjelasan pak polisinya. Kalau memang gangster ya gapapa mas ditangkap aja. Biar ga bikin resah masyarakat,” ujar Tio, Rabu (30/11/2022) dini hari. [kun]






