Gresik (beritajatim.com) – Kasus penghentian doa umat kristiani di Perum Cerme Indah Gresik yang sempat viral oleh pasangan suami istri berakhir damai.
Aparat kepolisian melakukan mediasi yang dilakukan di Balai Desa Betiting, Kecamatan Cerme.
Ada beberapa poin yang disepakati bersama terkait dengan kasus tersebut. Salah satunya saling menghormati, dan menghargai serta saling memaafkan tanpa paksaan.
Kapolsek Cerme Iptu Andik Asworo menuturkan, hasil mediasi kesepakatan bersama bahwa kedua belah pihak saling menghormati serta menghargai dan memaafkan apa yang sudah telah terjadi.
“Semua ini akan menjadi bahan evaluasi diri. Kami berharap menahan ego pribadi masing-masing dan kedepan jangan terulang lagi,” tuturnya, Jumat (10/5/2024).
Ia menambahkan, dalam mediasi itu juga dihadiri Kepala Bakesbangpol Gresik, Nanang Istiawan, Muspika Cerme serta perangkat Desa Betiting, ibu Manurung keluarga Bapak Yoyok.
Kejadian penghentian ibadah itu terjadi pada Rabu (8/5) malam. Saat itu, jemaat kristiani (GPIB Benowo Surabaya) menggelar ibadah doa peringatan kenaikan Yesus Kristus ke Surga di Perum Cerme Indah blok P Gresik di rumah kediaman Hormali Sirait (Manurung).
Sewaktu berdoa tiba-tiba ada pasangan suami istri dari keluarga Bapak Yoyok, memprotes lalu menghentikan ibadah tersebut karena menganggap rumah pribadi dijadikan tempat ibadah.
Sempat ada kata-kata umpatan kasar dalam peristiwa itu. Namun, sejumlah pengurus RT melerai agar tidak berlanjut. Kejadian tersebut sempat viral di medsos.
Usai kejadian itu, aparat kepolisian datang ke lokasi lalu meminta keterangan. Setelah mendapat kejelasan, polisi dan perangkat desa serta pengurus RT melakukan mediasi tanda tangan bersama diatas surat bermaterai.
“Kasusnya sudah selesai setelah ada mediasi. Bahkan, saling memaafkan termasuk keluarga dari Bapak Yoyok supaya tidak berkepanjangan,” ungkap Andik Asworo.
Atas kejadian ini lanjut dia, pihaknya akan terus melakukan patroli di sekitar Perum Cerme Indah untuk menjaga keamanan, dan kondusifitas terutama peran Bhabinkamtibmas dalam komunikasi dan pembinaan masyarakat. (dny/ted)






