Ponorogo (beritajatim.com) – Menjelang perayaan natal, sebanyak 34 gereja di Ponorogo dilakukan sterilisasi. Sterilisasi dilakukan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan barang-barang yang membahayakan. Sehingga umat kristiani bisa aman dan nyaman dalam menyambut natal tahun ini.
“Sterilisasi ini bagian dari kegiatan operasi Lilin Semeru 2021. Gereja-gereja di Ponorogo wajib dilakukan sterilisasi sebelum digunakan untuk ibadah,” kata Kasat Samapta Polres Ponorogo AKP Edy Suyono, Jumat (24/12/2021).
Edy mengungkapkan untuk gereja yang besar dan berada di dalam kota, sterilisasinya menjadi tanggungjawab Satuan Samapta. Sementara untuk gereja-gereja yang berada di kecamatan, sterilisasinya dilakukan oleh petugas kepolisian dari Polsek masing-masing.
[berita-terkait number=”5″ tag=”polres-ponorogo”]
“Yang di dalam kota, sterilisasi dilakukan oleh 12 personel dari satuan Samapta. Sementara untuk gereja di kecamatan dilakukan oleh petugas kepolisian dari polsek,” ungkapnya.
Selain melakukan sterilisasi, petugas kepolisian juga melakukan keamanan setiap ada jadwal ibadah selama perayaan natal. Edy menyebut jika pengaman disetiap gereja berbeda-beda. Tergantung berdasarkan banyak sedikitnya jemaat di gereja tersebut. “Tentu jika jemaatnya banyak, personel kepolisian yang diturunkan untuk pengamanan ya banyak. Ya bervariasi disetiap gereja,” katanya.
Dengan adanya operasi lilin semeru 2021 ini, Edy berharap natal dan tahun baru di Ponorogo berjalan dengan aman. Masyarakat yang melaksanakan ibadah bisa nyaman. “Harapan kami warga Ponorogo secara keseluruhan aman dan nyaman saat perayaan natal sampai tahun baru nanti. Tidak ada gangguan kamtibmas,” pungkasnya. (end/kun)






