Ponorogo (beritajatim.com) – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) 2 bakal kedatangan ribuan calon pelajar (capel) atau calon santri baru. Ribuan santri ini, secara bertahap akan datang ke pondok yang berada di Desa Madusari Kecamatan Siman Ponorogo.
Menurut informasi dari panitia pondok, data pastinya adalah 3.375 capel. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi pendaftaran online dari 90 ikatan keluarga pondok modern (IKPM) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Karena jumlahnya yang banyak, panitia membagi kedatangan capel menjadi beberapa kloter. Yakni dimulai pada hari Jumat (21/5) lalu, hingga hari Kamis (27/5). Hal tersebut dilakukan mengingat saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.
Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis melalui Kapolsek Siman Iptu Yoyok Wijanarko menghimbau kepada panita penerimaan capel agar dalam pelaksanaan tetap mematuhi protokol Kesehatan (prokes).
“Dengan jumlah kedatangan capel yang cukup banyak, saya tegaskan dalam pelaksanaannya tetap untuk menggunakan prokes. Mulai dari cuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker,” tegas Iptu Yoyok, Selasa (25/5/2021).
Hari ini, kata Yoyok pihaknya sudah menyiagakan personelnya untuk terus melakukan monitoring. Monitoring tentunya dilakukan sampai pada hari terakhir, Kamis (27/5) nanti. Dirinya sudah melakukan ploting terhadap anggotanya untuk monitoring.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pondok-gontor-ponorogo”]
“Kami tugaskan untuk anggota, supaya tidak segan mengingatkan panitia terkait penertiban prokes Covid-19,” katanya.
Dalam monitoring tersebut, pihaknya mendapatkan penjelasan dari panitia pondok mekanisme kedatangan capel ke PMDG 2. Kedatangan capel / calon santri di lakukan secara ketat dengan mematuhi prokes. Diantaranya, tidak mengijinkan orangtua capel maupun siapapun yang tidak berkepentingan untuk masuk ke dalam PMDG 2. Capel ketika masuk di PMDG 2, dilakukan penyemprotan disinfektan, bukan hanya orangnya tetapi juga dengan barang bawaannya. Setelah masuk, capel diwajibkan mandi dan berganti pakaian yang bersih dan pakaian capel yang habis dipakai wajib dilakukan pencucian atau laundry.
“Dari penjelasan panitia, sudah dengan prokes yang ketat, namun begitu tetap kami lakukan monitoring,” pungkasnya. (end/ted)






