Pasuruan (beritajatim.com) – Aparat kepolisian memperketat pengawasan terhadap aktivitas kendaraan berat yang melintas di jalur protokol wilayah Kota Pasuruan demi menjaga kebersihan jalan. Langkah ini diambil guna memastikan material proyek pembangunan Sekolah Rakyat tidak tercecer dan mengganggu keselamatan para pengendara lain.
Pemeriksaan intensif dilakukan oleh personel Satlantas pada titik-titik rawan seperti Simpang 4 Kebonagung hingga kawasan Gondangwetan. Setiap truk pengangkut tanah uruk dihentikan untuk diperiksa kelengkapan surat-suratnya serta standar keamanan penutup muatannya.
Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota, AKP Amrullah Setiawan, menekankan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan sekaligus perlindungan bagi warga. “Pembangunan sekolah adalah kepentingan bersama, namun keselamatan di jalan tetap menjadi prioritas kami,” ujar Amrullah.
Dalam operasi tersebut, petugas memastikan setiap bak truk telah tertutup terpal dengan rapat agar debu tanah tidak beterbangan. Pengemudi yang kedapatan kurang rapi dalam mengamankan muatannya langsung diberikan teguran di tempat. Tujuannya agar segera melakukan pembenahan.
Petugas di lapangan mengedepankan pendekatan yang humanis namun tetap tegas dalam memberikan edukasi kepada para sopir kendaraan besar. Hal ini dilakukan agar para pekerja proyek memiliki kesadaran tinggi terhadap aturan lalu lintas yang berlaku di wilayah perkotaan.
Menurut Amrullah, kepatuhan terhadap aturan penutupan muatan sangat berdampak pada kenyamanan masyarakat umum yang melintas. “Muatan harus sesuai aturan dan ditutup rapat demi keamanan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan,” tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung pada Rabu siang, arus lalu lintas di sekitar lokasi pemeriksaan terpantau tetap lancar dan terkendali. Tidak ada kemacetan panjang yang ditimbulkan karena petugas melakukan pengaturan secara bergantian terhadap kendaraan yang diperiksa.
Pihak Satlantas berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan rutin terhadap mobilitas angkutan material proyek di seluruh sudut kota. Pengawasan berkelanjutan ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan akibat tumpahan material di aspal jalanan Pasuruan. (ada/but)






