Tuban (beritajatim.com) – Kepolisian Resor Tuban menggelar Silaturahmi bersama pengurus Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS) Kabupaten Tuban terkait dengan polemik situs Cagar Budaya Makam Sunan Bonang Tuban.
Dalam kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakapolres Tuban Kompol Achmad Robial, S.E., S.I.K., MH., Kasat Intelkam IPTU M. Fakhrur Roziqin, Ketua dewan Kasepuhan PWI LS kabupaten Tuban KH. Suyono Anshori, M.Pd., bersama anggotanya serta Muhammad Su’ud perwakilan dari anggota PWI LS Kabupaten Malang.
Wakapolres Tuban Kompol Achmad Robial menyampaikan ucapan terima kasih kepada PWI LS karena telah berupaya menyelesaikan permasalahan ini tanpa adanya provokasi.
Bahwa sebelumnya, terkait dengan video pernyataan ketua Majelis Ta’lim Wal Maulid Ar-Ridwan Habib Husein Ba’agil tentang situs Cagar Budaya Makam Sunan Bonang, PWI LS melalui FKPP Kabupaten Tuban melaporkan Habib Husein Ba’agil ke Polda Jatim tentang dugaan tindak pidana penyebaran berita bohong melalui media sosial.
“Sehingga karena hal itu, kami sudah berkoordinasi dengan MUI, Kemenag dan Kesbangpol terkait permasalahan ini,” ucap Wakapolres Tuban. Sabtu (23/08/2025).
Bahkan, PWI LS juga membuat pengaduan ke Polres Tuban tentang dugaan tindak pidana perusakan dan penghilangan cagar budaya situs makam Sunan Bonang dan pengaburan sejarah serta penyebaran berita bohong melalui media sosial.
“Kami akan menindaklanjuti dan menelaah pengaduan yang dilayangkan FKPP kabupaten Tuban serta meminta keterangan dan bukti-bukti pendukung,” terang Kompol Robi sapanya.
Sehingga, pihaknya akan menyiapkan tim penyidik juga untuk menyelidiki dugaan atas polemik yang terjadi. Bahkan, Habib Husein Ba’agil juga membuat sayembara bagi masyarakat yang bisa membuktikan adanya makam palsu Ba’alawi yang ada di Ring satu makam Sunan Bonang yang akan diberikan hadiah 1 miliar atau diberikan Mobil Alphard miliknya. “Kami akan menyelidiki lebih lanjut terkait hal itu,” tutup Wakapolres Tuban. [dya/kun]






