Tuban (beritajatim.com) – Polemik penyelenggaraan Kimsin Reunion Festival yang dijadwalkan berlangsung pada 1–3 Mei 2026 di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban kian memanas. Pro dan kontra di tengah masyarakat bahkan sempat berujung pada penutupan gerbang klenteng yang kemudian dibuka paksa oleh sejumlah umat yang mendukung kegiatan tersebut.
Diketahui, penutupan gerbang dilakukan oleh pihak pengelola Klenteng Kwan Sing Bio Tuban. Sebelumnya, pengelola juga telah mengeluarkan surat pemberitahuan bahwa tidak ada agenda kegiatan tersebut di lokasi klenteng.
Ketua Umum TITD Kwan Sing Bio Tuban, Go Tjong Ping, menyampaikan harapannya agar semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan perdamaian demi kelancaran acara.
“Yang merasa mendapat mandat pengelola supaya ke sini. Kan tidak mungkin 200 orang Tionghoa bertengkar selama 14 tahun, selalu terjadi konflik,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
“Iya, mereka itu keberatan tempat ini dipakai untuk acara UMKM maupun kirab, sehingga pengelola menggembok semua,” tambahnya.
Sementara itu, pihak pengelola Klenteng Kwan Sing Bio Tuban belum memberikan keterangan resmi terkait polemik tersebut, termasuk mengenai surat pemberitahuan yang menyatakan tidak adanya kegiatan kirab.
Sedangkan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) juga dikabarkan tidak memberikan izin terhadap penggunaan jalur jalan yang direncanakan akan dilalui dalam kegiatan kirab.
Sebagai informasi, Kimsin Reunion Festival direncanakan menghadirkan berbagai rangkaian acara, mulai dari kirab budaya, pertunjukan seni seperti Reog Ponorogo, Tari Bali, Angklung, hingga barongsai dan liong. Acara ini juga disebut akan menghadirkan sejumlah bintang tamu seperti Roy Kiyoshi, Zac Chien, Happy Senior, serta berbagai kegiatan lain seperti talkshow, praktik feng shui, hingga fashion show. [dya/but]







