Lumajang (beritajatim.com) – Kasus pencurian sepeda motor milik mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mendapat atensi serius pihak kepolisian. Polda Jatim mengerahkan Tim Khusus (Timsus) Subdit III Jatanras Ditreskrimum untuk membantu Polres Lumajang memburu pelaku curanmor.
Selain bantuan dari Polda, Polres Lumajang juga telah membentuk tim khusus untuk segera mengungkap teror pencurian motor yang menimpa mahasiswa KKN Kolaboratif.
Sebelumnya, empat unit sepeda motor milik mahasiswa KKN asal Jember hilang dicuri. Kejadian pertama terjadi di kantor Desa Alun-alun, Kecamatan Ranuyoso, yang dijadikan posko KKN. Dua unit motor milik mahasiswa Universitas Jember (Unej) dan Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember raib.
Aksi serupa kembali terjadi di rumah Kepala Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, yang juga dijadikan posko KKN. Dua unit motor milik mahasiswa Unej kembali hilang.
Rentetan kejadian tersebut berdampak besar. Sebanyak 1.328 mahasiswa KKN Kolaboratif dari delapan kampus di Jember dan Lumajang dipulangkan lebih awal, meski program belum selesai.
Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Untoro mengatakan tim khusus dibentuk segera setelah kejadian untuk mempercepat proses penyelidikan. “Proses penyelidikan curanmor di Lumajang masih kami lakukan, ini sudah dibentuk juga timsus setelah kejadian 4 kendaraan milik mahasiswa KKN hilang,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).
Ia menambahkan, selain memburu pelaku pencurian motor mahasiswa KKN, timsus juga difokuskan untuk mengungkap kasus kejahatan lain yang marak di Lumajang.
“Jadi memang fokusnya termasuk untuk memburu pelaku pencurian motor mahasiswa, tapi ini pembentukan timsus juga untuk mengungkap kasus kejahatan lain,” jelasnya.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengonfirmasi bahwa tim dari Polda telah bergerak untuk mendalami kasus ini.
“Tim sudah bergerak untuk melacak keberadaan pelaku. Perbantuan personel ini untuk mendukung kinerja jajaran Satreskrim Polres Lumajang,” ujarnya. [has/beq]






