Sampang (beritajatim.com) – Pohon asam berukuran besar yang menjadi simbol warga Kampung Duko, Kelurahan Polagan, Kecamatan/Kabupaten Sampang, mati dan mengering.
Menurut warga, pohon asam yang biasa disebut “Acem Rajeh” itu mati diduga karena sengaja ditebang oleh warga setempat. Padahal, keringdangan pohon asam tersebut menjadi tempat bermain anak-anak dan sebagai petujuk lokasi. Karena pohon asam itu menjulang tinggi hingga terlihat dari kejauhan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tradisi”]
“Dulu, pohon asam ini sebagai tanda lokasi Kampung Duko karena bisa terlihat dari kejauhan dengan mata telanjang,” kata Taufik, warga setempat, Minggu (14/3/2021).
Taufik juga mengatakan, selain sebagai petunjuk lokasi, acem rajeh juga dikenal sebagai pohon mistis meski belum jelas. Terbukti, sejumlah warga pernah melakukan rakat atau ruwatan di area acem rajeh. Dengan tujuan untuk keselamatan warga.
Sayangnya, Taufik tidak bisa menceritakan secara rinci kenapa pohon berukuran besar itu mati.
Di tempat sama, menurut Sarofah bahwa Acem Rajeh tersebut telah mati sekitar 2018. Tetapi, sampai saat ini sisa pohon berukuran besar itu masih berdiri tegak meski sudah kering. “Ukuranya sekitar depa orang dewasa lima orang keliling,” tandasnya. [sar/suf]






