Ringkasan Berita:
- PNM menggelar program RE3 FOR-E dalam rangka HUT ke-27.
- Sebanyak 17 ton pakaian layak pakai berhasil dikumpulkan.
- Program melibatkan lebih dari 270 nasabah laundry PNM Mekaar.
- Gerakan ini menggabungkan isu lingkungan, ekonomi, dan pendidikan.
Surabaya (beritajatim.com) – Permodalan Nasional Madani (PNM) menggelar program RE3 FOR-E: Reduce, Re-love, Restyle for Environment, Economy, Empowerment, and Education sebagai gerakan pengelolaan pakaian layak pakai yang dikolaborasikan dengan pemberdayaan usaha nasabah.
Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian HUT PNM ke-27 sekaligus upaya mengurangi limbah tekstil yang terus meningkat akibat tren konsumsi pakaian dan fast fashion.
Berdasarkan data United Nations Environment Programme (UNEP), sekitar 92 juta ton limbah tekstil dihasilkan secara global setiap tahun.
Melalui program bertajuk “Dari yang Tak Terpakai, Ada Dampak yang Terus Tumbuh”, PNM berhasil mengumpulkan sebanyak 17 ton pakaian layak pakai dari berbagai wilayah operasional di Indonesia.
Pakaian hasil donasi kemudian dicuci dan dirapikan oleh lebih dari 270 nasabah PNM Mekaar yang memiliki usaha laundry sebelum disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan.
Salah satu nasabah PNM Cabang Surabaya yang memiliki usaha laundry, Yanti mengaku program tersebut memberikan dampak positif bagi usahanya.
“Ini manfaatnya banyak sekali buat laundry koin kami,” kata Yanti, Senin (25/5/2026).
Program RE3 FOR-E dinilai tidak hanya membantu mengurangi limbah pakaian, tetapi juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi pelaku usaha ultra mikro.
Keterlibatan nasabah laundry juga membuat gerakan peduli lingkungan berjalan berdampingan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Yang pertama bisa menambah income, karyawan kita juga ada tambahan income,” ujarnya.
Selain pakaian, PNM juga menyalurkan donasi buku anak-anak ke Ruang Pintar PNM Prancak Family sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan di wilayah pemberdayaan.
Program RE3 FOR-E diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang menghubungkan kepedulian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi serta pendidikan masyarakat.
“Kalau ada kerjaan tambahan seperti ini, kita bisa memanfaatkan dan berbagi rezeki dengan tetangga sekitar,” pungkas Yanti. [asg/beq]






