Pamekasan (beritajatim.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, menyasar tiga kelurahan berbeda di wilayah setempat, guna sosialisasi dan edukasi Polio bagi masyarakat.
Ketiga kelurahan tersebut meliputi Kelurahan Barurambat Kota, Barurambat Timur, dan Kelurahan Patemon, serta dua desa/kelurahan di sekitar titik kegiatan dengan tagline ‘Edukasi Polio’.
Dalam kegiatan tersebut, PMI Pamekasan menggandeng sejumlah pihak, mulai dari Bidan Desa/Kelurahan, Korp Sukarelawan (KSR) PMI, dan tentunya berdasar rekomendasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.
“Kegiatan ini merupakan sosialisasi promosi dan edukasi kesehatan bagi masyarakat dalam rangka penanganan Polio Tipe 2 di Jawa Timur, khususnya di Pamekasan,” kata Person in Charge (PIC) Edukasi Polio PMI Pamekasan, Maulidi, Selasa (7/5/2024).
Kegiatan yang digelar selama tiga bulan kedepan, terhitung sejak April hingga Juni 2024 mendatang, bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam upaya pencapaian cakupan imunisasi 95 persen di setiap desa/kelurahan target.
Termasuk juga penguatan terhadap kapasitas PMI dalam pencegahan dan kesiapsiagaan KLB beragam penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. “Realisasi dari kegiatan ini di antaranya pendampingan di sejumlah posyandu,” ungkapnya.
“Pendampingan ini meliputi timbangan pengukuran rutin, promosi edukasi dampak polio, serta sosialiasi tentang manfaat vaksinasi polio bagi masyarakat,” sambung Maulidi.
Tidak hanya fokus pada titik posyandu, kegiatan tersebut juga dikembangkan dengan rangkaian sosialisasi di rumah warga dengan konsep door to door. “Jadi selain posyandu, kita juga melakukan door to door dengan melakukan survei lines berbasis masyarakat,” jelasnya.
“Melalui kegiatan ini, kita harapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Tidak kalah penting juga menjadi salah bentuk komitmen bagi kami untuk selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat, tentunya bermanfaat bagi sesama,” pungkasnya. [pin/aje]






