Pamekasan (beritajatim.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, mempertemukan Pekerja Migran Indonesia dengan keluarganya di Desa Tlonjo Rajha, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Sebelumnya, pekerja migran tersebut sempat kehilangan kontak dengan keluarganya selama satu tahun.
Hal tersebut berdasar informasi Red Cross Message (RCM) PMI, yang diteruskan ke PMI Provinsi Jawa Timur, 13 September 2022 lalu. Selanjutnya dieksekusi oleh pengurus PMI Pamekasan.
“Berdasar surat dari ICRC (Komite Internasional Palang Merah) yang diteruskan ke PMI Provinsi Jawa Timur, kami menyatukan salah satu keluarga migran yang terpisah dan kehilangan kontak dengan keluarganya di Pamekasan,” kata Ketua PMI Pamekasan, Sigit Priyono melalui Kepala Markas PMI Pamekasan, Khoirus Soleh, Senin (26/9/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”pmi-pamekasan”]
Keluarga migran yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia, diketahui bernama Togima binti Slamet, warga Desa Tlonto Rajha, Pasean, Pamekasan. Ia kehilangan kontak dengan keluarganya sekitar satu tahun terakhir.
“Alhamdulillah sekarang sudah dapat kembali bisa berkomunikasi dengan anaknya di Pasean, sekaligus juga memberikan nomor telpon yang bisa dihubungi setelah meminta bantuan PMI,” ungkapnya.
Saat ini berita ICRC sudah mendapat respon sekaligus jawaban dari keluarga migran melalui PMI Provinsi Jawa Timur, berkat penelusuran dari personil PMI Pamekasan, pada 21 September 2022 lalu. [pin/beq]






