Pamekasan (beritajatim.com) – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, Sigit Priyono menegaskan sektor pelayanan yang bersifat mendesak menjadi salah satu prioritas bagi organisasi yang dipimpinnya.
Beberapa prioritas tersebut di antaranya berkenaan dengan bencana kekeringan yang melanda sejumlah daerah di Jawa Timur, tidak terkecuali di kabupaten Pamekasan.
Bahkan untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak PMI Jawa Timur, juga mengirimkan 15 armada tangki ke 11 daerah bencana kekeringan di Jawa Timur. Hal tersebut dilakukan dalam rangka meringankan beban masyarakat terdampak kekeringan akibat kemarau.
Armada tangki PMI Jatim tersebut, dikirim ke 11 daerah terdampak kekeringan berdasar laporan dari PMI setempat, termasuk PMI Pamekasan, yang memiliki tugas mendistribusikan air bersih gratis bagi masyarakat terdampak kekeringan di Pamekasan.
Baca Juga: PMI Pamekasan Partisipasi Distribusikan Air Bersih Gratis
“Pelayanan yang sifatnya mendesak selalu menjadi prioritas, dan saat ini kami mendapat pinjaman armada tangki air dari PMI Jawa Timur, sehingga kami bisa membantu menyalurkan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan,” kata Ketua PMI Pamekasan, Sigit Priyono, Kamis (24/8/2023).
Hal tersebut juga dibuktikan dengan langkah konkrit Ketua PMI Jatim, Imam Utomo beserta rombongan, mendistribusikan bantuan air bersih secara langsung bagi masyarakat terdampak kekeringan di Desa Pegagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Rabu (23/8/2023) kemarin.
Baca Juga: Pesan Imam Utomo untuk PMI Pamekasan
“Untuk kabupaten Pamekasan, terdapat sebanyak 321 dusun tersebar di 77 desa berbeda, dinyatakan terdampak kekeringan. Jumlah ini tersebar di 11 dari total 13 kecamatan berbeda di Pamekasan, dan PMI Jatim ikut membantu dengan mengirimkan 1 unit armada tangki air,” ungkapnya.
Dari itu pihaknya sangat berharap langkah tersebut dapat mengurangi beban masyarakat, khususnya yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau tahun ini.
“Kami akui hal ini tentunya tidak seberapa, tapi kami sangat berharap mudah-mudahan dapat membantu dan bermanfaat bagi sesama. Karena PMI memang untuk kemanusiaan,” pungkasnya. [pin/ted]






