Pamekasan (beritajatim.com) – Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, digembleng materi kepalangmerahan yang berorientasi membangun dan mengembangkan karakter kemanusiaan.
Materi tersebut disampaikan dalam Orientasi Kepalangmerahan yang digagas Korp Sukarelawan (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit IAI Al-Khairat Pamekasan, di Auditorium Perguruan Tinggi yang beralamat di Jl Raya Palengaan (Palduding) Nomor 2 Pamekasan, Selasa (7/1/2025).
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan beragam wawasan kepalangmerahan dari pengurus PMI Pamekasan. Di antaranya Khairul Rasyid dan Maulidi, keduanya menyampaikan materi kepalangmerahan yang dikemas dengan format panel.
“Kegiatan ini kita laksanakan dalam rangka Orientasi Kepalangmerahan, sekaligus rekrutmen anggota baru untuk UKK KSR di IAI Al-Khairat Pamekasan,” kata Komandan KSR PMI Unit IAI Al-Khairat Pamekasan, Mohammad Jailani.
Dalam kegiatan tersebut tercatat sebanyak 30 mahasiswa terdaftar sebagai peserta Orientasi Kepalangmerahan. “30 peserta ini terdiri dari sebayak 19 peserta laki-laki, dan 11 peserta lainnya perempuan. Mereka merupakan calon anggota UKK (Unit Kegiatan Khusus) KSR PMI Unit IAI Al-Khairat Pamekasan,” ungkapnya.
“Tentu kami sangat bersyukur, pelaksanaan kegiatan ini berlangsung khidmat dan berjalan dengan lancar. Sekalipun durasi pelaksanaan relatif lama, mulai pukul 8:00 WIB hingga pukul 12:00 WIB,” imbuhnya.
Sementara Khairul Rasyid mengungkapkan materi yang disampaikan meliputi beberapa prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. “Prinsip dasar kepalangmerahan meliputi aspek kemanusiaan, kesamaan, netralitas, kemandirian, sukarela dan kesatuan,” jelasnya.
“Materi lainnya juga meliputi gerakan kepalangmerahan, kepemimpinan (mulai, madya dan Wira), pertolongan pertama, donor darah, remaja sehat peduli sesama, kesehatan remaja, serta sanitasi dan kesehatan,” sambung Rasyid.
Pria yang tercatat sebagai Staf Sumber Daya Manusia (SDM) PMI Pamekasan, juga mengurai secara detail seputar asal muasal dari organisasi kemanusiaan. “Termasuk juga materi tentang sejarah PMI, arti lambang, serta Ortala PMI,” imbuhnya.
“Tidak kalah penting kami juga sangat berharap agar para peserta nantinya dapat membantu dalam penanganan musibah atau bencana, termasuk membantu memberikan pelayanan kesehatan dan sosial, serta dapat melaksanakan tugas kemanusiaan lainnya,” pungkasnya. [pin/but]






