Lamongan (beritajatim.com) – Dalam rangka menjaga ketersediaan stok darah selama bulan Ramadhan, Palang Merah Indonesia (PMI) Lamongan membuka layanan donor darah pada malam hari, di Kantor PMI, yang berada di Jalan Kusuma Bangsa Lamongan.
Tak hanya itu, PMI Lamongan juga melakukan layanan secara jemput bola ke berbagai lokasi dengan memanfaatkan 2 unit donor darah mobile. Adapun lokasi itu seperti Alun-alun kota dan pusat keramaian lainnya di sekitar Lamongan Kota.
Menurut Ketua PMI Lamongan, Agus Suyanto, apa yang telah dilakukan oleh PMI Lamongan ini efektif dalam menjaga ketersediaan stok darah dan meningkatkan jumlah pendonor.
“Layanan ini rutin kami lakukan, layanan donor darah dibuka mulai pukul 19.30 WIB atau seusai salat tarawih. Kami juga membuka layanan dengan jemput bola ke beberapa lokasi di Lamongan Kota. Sedangkan di luar kawasan kota, biasanya menunggu permohonan donor darah,” ujar Agus, Senin (3/4/2023).
https://beritajatim.com/ekbis/pendaftar-pmi-lamongan-2022-capai-735-orang-terbanyak-dari-solokuro/
Agus menjelaskan, PMI Lamongan sengaja mengurangi aktivitas donor darah pada siang hari selama bulan Ramadhan. Hal itu lantaran ada beberapa pendonor yang tidak dianjurkan, utamanya mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa.
“Aktivitas donor darah pada siang hari masih boleh tapi tidak dianjurkan, khususnya bagi yang menjalankan ibadah puasa, konsekuensinya lemas. Makanya kami giatkan pada malam hari,” bebernya.
Ditambahkan oleh Agus, PMI Lamongan telah menyiapkan souvenir menarik yang diperuntukkan bagi para pendonor darah. Pemberian souvenir itu demi menumbuhkan minat dan antusias masyarakat dalam mendonorkan darahnya.
“Ada souvenir menarik bagi siapa saja yang sudah mendonorkan darah, ini kita lakukan untuk meningkatkan minat agar masyarakat lebih antusias,” tandasnya.
Lebih lanjut, Agus melaporkan bahwa ketersediaan stok darah per tanggal 03 April 2023 ini telah mencapai 367 kantong darah, dengan rincian golongan darah A sebanyak 67 kantong, golongan B sebanyak 97 kantong, golongan O sebanyak 167 kantong, dan golongan AB 36 kantong.
“Alhamdulillah warga antusias, selama Ramadhan ini setidaknya ada 12 pemohon, dari berbagai lintas instansi mulai (kartar) karang taruna, pesilat, sampai pondok pesantren,” tutupnya.[riq/ted]






