Magetan (beritajatim.com) – Seorang wanita pekerja migran Indonesia (PMI) asal RT 27 RW 05 Dusun Jaten, Desa Krajan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (15/12/2022) pukul 12.00 WIB.
Kabar itu membuat warga setempat geger. Korban yang bernama Ayu Purwati (32) itu dianggap meninggal tidak wajar.
Ayu dilaporkan meninggal usai ditinggalkan di pinggir jalan oleh sopir taksi yang diduga hendak membawanya ke rumah sakit. Ayu sempat mendapatkan pertolongan dari masyarakat di dekat lokasi namun sayangnya sudah terlambat untuk menyelamatkan nyawanya.
Ayu sudah meninggal karena diduga kehabisan darah usai mengalami pendarahan akibat keguguran.
Rumah orangtua Ayu di kampung halamannya Desa Krajan, Parang sudah ramai warga yang bertakziah.
Paman korban, Muh Sumiran (60) mengatakan, sebelumnya Ayu ikut tinggal bersamanya. Ibu Ayu sudah meninggal beberapa tahun lalu sementara ayahnya menikah lagi.
“Memang benar keponakan saya tersebut meninggal dunia, sebelumnya sempat dikabari keluarga yang ada di Taiwan melalui telepon. Sebelumnya dikabari katanya Ayu sakit keras, terus saat siang kabar lagi bahwa Ayu sudah meninggal dunia,” kata Muh Sumiran, Jumat (16/12/2022).
Sumiran mengaku sangat terkejut dan terpukul mendengar keponakannya sudah tiada. Dia mengatakan jika sebelumnya Ayu tidak ada kabar sakit atau apa. Tiba-tiba dikabari sakit hingga tidak dapat ditolong lagi.
“Saya sebagai paman juga sebagai orang tua meminta kepada pemerintah untuk dapat memulangkan jenazah Ayu Purwati apapun keadaanya,” pintanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”magetan”]
Muh Sumiran mengaku tidak tahu soal kabar jika sebelumnya keponakannya tersebut ditinggalkan di jalan oleh sopir taksi sebelum sampai di rumah sakit sehingga nyawanya tidak tertolong akibat alami keguguran. Dia hanya tahu keponakannya tersebut hanya menderita sakit saja.
“Saya belum tahu betul bagaimana kronologi keponakan saya ini sebelum meninggal. Yang jelas, kabar dari Taiwan hanya memberitahukan jika Ayu sakit begitu saja. Saya belum tahu bagaimana ceritanya sebelum dia meninggal itu sebenarnya seperti apa. Ya apapun itu saya meminta agar Ayu dibawa pulang ke tanah air, supaya bisa dimakamkan di sini,” katanya.
Terpisah, Kabid Pelatihan Kerja dan Penempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja Magetan, Mitro Wibowo, membenarkan tentang hal tersebut. Saat ini, pihaknya masih menunggu kabar dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Taiwan. [fiq/beq]






