Tuban (beritajatim.com) – PT PLN Nusantara Power Tanjung Awar-awar Tuban mendatangkan 5.600 ton biomassa (serbuk kayu) menggunakan kapal tongkang.
Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI), Antonius Aris Sudjatmiko menyampaikan, penggunaan kapal tongkang untuk mendatangkan ribuan ton biomassa baru dilakukan pertama kali di Indonesia.
“Ini pengiriman perdana menggunakan kapal tongkang, biasanya mendatangkannya menggunakan jalur darat (Truk),” ucap Antonius Aris Sudjatmiko, Selasa (11/7/2023).
Menurut Anton, penggunaan jalur darat radiusnya tidak bisa terlalu jauh. Sedangkan jika menggunakan kapal tongkang dapat memakan waktu 5 hari sejak berlayar.
“Sudah ada 5.600 ton biomassa yang dikirim dari Bulu Kumba, Sulawesi Selatan lewat kapal tongkang dan tiba di PT PLN Nusantara Power Tanjung Awar-awar Tuban,” terang dia.
BACA JUGA:
Pembebasan Lahan Kilang Tuban, 5 Desa di Jenu Terdampak
Anton menambahkan, pemanfaatan biomassa berupa limbah pengolahan kayu dapat memberikan manfaat lebih pada masyarakat secara ekonomi. Barang yang sebelumnya limbah, kini bisa terserap sepenuhnya dengan program Co-Firing PLN.
“Dengan skema tersebut, PLTU PLN akan menciptakan ekonomi kerakyatan bagi masyarakat di sekitar PLTU maupun masyarakat di titik sumber biomassa,” paparnya.
Lebih lanjut, PT. PLN EPI telah memasok biomassa untuk seluruh pembangkit listrik di Indonesia sebesar 405.000 ton sepanjang semester I 2023 dan angka tersebut naik drastis dibanding periode yang sama, di tahun sebelumnya Juni 2022 yang hanya memasok biomassa sebanyak 255.270 ton.
“Target tahun ini ada total pasokan biomassa, sebesar 1,08 juta ton, untuk seluruh pembangkit listrik di Indonesia,” tambahnya.
BACA JUGA:
Warga Sugihwaras Ngeluh Listrik Padam, Ini Kata PLN Tuban
Sementara itu, Senior Manager PT PLN Nusantara Power Tuban Tanjung Awar-awar, Abdi Nafi, mengungkapkan, bahwa dalam satu hari penggunaan batubara di PLN Nusantara Power Tuban mencapai 9.400-an ton.
“Kebutuhan batubara di Tuban sini dalam satu hari mencapai 9.400an ton,” ungkap Abdi Nafi.
Sedangkan, untuk penggunaan biomassa pada tahun 2023 di PT. PLN Nusantara Power Tuban Tanjung Awar-awar, naik sebesar 1 sampai 2 persen dibandingkan tahun 2022.
“Di tahun 2022 penggunaan biomassa hanya sebesar 0,6 persen dan diharapkan pada tahun 2030 bisa mencapai 10 persen, termasuk untuk kapasitas listrik PLN Nusantara Power Tanjung Awar-awar 2×350 megawatt, dan ada dua unit,” pungkasnya. [ayu/beq]






