Surabaya (beritajatim.com) – PLN Nusantara Power, subholding pembangkitan PLN berhasil meningkatkan produksi energi hijau dari inovasi co-firing sepanjang tahun 2023.
Peningkatan produksi energi hijau dari co-firing merupakan langkah penting yang dilakukan PLN Nusantara Power untuk mendukung upaya pemerintah mencapai Net Zero Emission (NZE) di tahun 2060. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen PLN untuk terus meningkatkan bauran energi hijau dalam penyediaan listrik nasional.
Pada tahun 2023, PLN Nusantara Power berhasil memproduksi energi hijau sebesar 525,62 GWh dari co-firing. Jumlah ini meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahun 2022 sebesar 250,36 GWh. Capaian ini juga melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya pada angka 111,44%.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menyampaikan bahwa peningkatan produksi energi hijau ini merupakan wujud nyata transformasi PT PLN (Persero) melalui aspirasi Green. PLN terus meningkatkan bauran energi hijau dalam penyediaan listrik nasional, dan co-firing merupakan salah satu langkah yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut.
“Co-firing merupakan teknik substitusi dalam pembakaran Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), dimana sebagian batubara yang dijadikan bahan bakar diganti sebagian dengan bahan lainnya, yang dalam konteks ini adalah biomassa,” ujar Ruly.
Selain dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap, co-firing juga dapat menjadi solusi permasalahan sampah sekaligus menggerakkan ekonomi. Salah satu bahan bakar co-firing bisa berasal dari Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP), yang merupakan campuran dari sampah plastik, kertas, dan kayu.
PLN Nusantara Power sendiri telah menjalin kerja sama dengan 3 perusahaan asal Jepang untuk mengembangkan energi bersih pada unit pembangkit.
Ketiga perusahaan tersebut adalah Sumitomo Heavy Industries (SHI), Misubishi Heavy Industries (MHI), serta Ishikawajima-Harima Heavy Industries (IHI Corporation) dalam co-firing ammonia.
Ammonia merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang memiliki potensi untuk menggantikan batubara. Ammonia memiliki emisi karbon yang lebih rendah dari batubara, sehingga dapat berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca.
PLN Nusantara Power menargetkan untuk meningkatkan produksi energi hijau dari co-firing menjadi 1.000 GWh pada tahun 2024. Target ini diharapkan dapat dicapai dengan terus mengembangkan co-firing ammonia dan co-firing biomassa lainnya.[rea]






