Bojonegoro (beritajatim.com) – Jembatan Sosrodilogo yang menghubungkan antara Kecamatan Bojonegoro dengan Kecamatan Trucuk sejak diresmikan sudah memiliki daya tarik tersendiri. Banyak warga yang sengaja datang untuk berswafoto maupun nongkrong bersama.
Jembatan yang dibangun melintang di atas Sungai Bengawan Solo itu saat malam berhias kelap-kelip lampu yang menambah eksotisme sungai terpanjang di Pulau Jawa berpadu arsitektur bangunan jembatan gantung.
Sayang, tangan jahil selalu ada. Plat besi berbentuk persegi panjang dengan ukuran sekitar 25 x 15 cm yang dipasang untuk saringan pembuangan air hujan agar jatuh langsung ke sungai itu hilang. Sehingga, saluran pembuangan air itu kini banyak yang tidak ada filternya.
Kondisi tersebut juga membahayakan jika ada yang tergelincir ke lobang pembuangan air. Pantauan wartawan beritajatim.com di lokasi, ada sekitar 43 plat besi penyaring saluran pembuangan yang hilang. Dengan rincian 19 titik yang hilang di sisi utara dan 23 titik yang hilang di sisi selatan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jembatan-sosrodilogo”]
Salah seorang warga Desa Klangon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Heri mengatakan, hilangnya filter untuk saluran pembuangan air itu bisa membahayakan pengguna jalan. Apalagi, saat malam di atas jembatan tersebut sering dipakai untuk nongkrong maupun berswafoto.
“Tadi gak sengaja pas lewat, melihat banyak filter saluran pembuangan air banyak yang hilang. Bisa membahayakan itu,” ujarnya, Selasa (10/8/2021).

Sehingga ia berharap, instansi terkait yang menangani hal itu bisa segera memperbaikinya sebelum jatuh korban. “Semoga segera bisa diperbaiki, karena kalau untuk ukuran kaki anak-anak ya bisa saja terperosok,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro Retno Wulandari mengatakan, hilangnya plat besi penyaring saluran air itu tidak hanya kali ini saya hilang. Sebelumnya, menurut dia, juga sudah pernah hilang dan sudah diperbaiki.
“Saringan-saringan tersebut sudah pernah tidak ada, tapi sudah kami beri kembali. Kalau sekarang tidak ada lagi, nanti biar dilihat teman-teman (petugas) lagi,” ungkapnya. [lus/ted]






