Sidoarjo (beritajatim.com) – Kerusakan plafon di SDN 1 Sebani, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, semakin memprihatinkan. Tiga ruang kelas, yakni kelas 1, 2, dan ruang AKM (Asesmen Kompetensi Minimum), mengalami kerusakan parah sejak setahun lalu. Plafon nyaris ambruk sepenuhnya, dan sebagian masih menempel dalam kondisi membahayakan.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Sidoarjo H. Subandi melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Senin (26/5/2025). Ia didampingi anggota DPRD Sidoarjo M. Nizar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tirto Adi, Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Dwi Eko Saptono, Camat Tarik Iswadi Pribadi, serta Kades Sebani.
Melihat kondisi ruang kelas yang nyaris ambruk, Bupati Subandi menegaskan agar Dinas Pendidikan segera mengambil tindakan. Ia menyatakan perbaikan akan diupayakan melalui berbagai sumber, baik APBD, pergeseran anggaran, hingga pemanfaatan CSR perusahaan di wilayah Tarik.
“Kita akan usahakan dengan kemampuan anggaran APBD, kalau tidak ada kita akan lakukan penggeseran anggaran, atau kalau tidak kita mencoba memanfaatkan CSR yang ada di wilayah Tarik,” ujarnya.
Plt. Kepala Sekolah SDN 1 Sebani, Indriana, mengungkapkan bahwa plafon sudah jebol sejak satu tahun lalu. Meski laporan sudah masuk dan anggaran disetujui pada April, realisasi perbaikan belum kunjung dilakukan hingga akhir Mei. Ia terpaksa tetap menggunakan ruang kelas rusak untuk kegiatan belajar.
“Laporannya sudah, sebenarnya sudah di ACC masuk anggaran April tapi realisasinya katanya bulan Mei Juni,” terang Indriana.
Indriana berharap agar perbaikan segera terealisasi mengingat kerusakan sudah sangat membahayakan. Kayu penyangga plafon banyak yang keropos dimakan rayap, dan sebagian plafon di teras juga ambrol.
“Mudah-mudahan cepat terealisasi agar KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) nya aman dan lancar,” harapnya. [isa/beq]






