Sumenep (beritajatim.com) – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep ingin mengusung sendiri pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) sendiri di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Maklum, partai ini punya kursi yang cukup di parlemen Sumenep dan telah mendapatkan Golden Ticket dari Raden Saleh.
Ketua DPC PKB Sumenep, KH Imam Hasyim mengatakan partainya telah mendapat 10 kursi di DPRD. Syarat mengusung pasangan calon (paslon) tanpe perlu berkoalisi telah terpenuhi.
“Tetapi persoalannya, itu adalah kewenangan DPP, bukan DPC. DPC hanya sebatas menerima pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati. Keputusan apakah kami akan berkoalisi atau mengusung sendiri, kami harus menunggu rekomendasi dari DPP,” katanya, Selasa (4/6/2024).
DPC PKB Sumenep telah membuka pendaftaran bakal calon bupati dan calon wakil bupati. Hingga pendaftaran ditutup, tercatat ada 7 orang yang menyerahkan berkas ke DPC PKB. Tiga orang mendaftar sebagai bakal calon bupati, dan empat orang mendaftar sebagai calon wakil bupati.
Tiga orang yang mendaftar sebagai bakal calon bupati Sumenep adalah Unais Ali Hisyam, mantan anggota DPR RI, kemudian Abu Hasan, anggota DPRD Sumenep yang juga tokoh kepulauan, dan Hosni, Ketua Partai Nasdem Sumenep.
Sedangkan yang mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati Sumenep adalah Hamid Ali Munir, Ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuma, anggota DPRD Sumenep, kemudian Nur Fitriana, anggota DPRD Jawa Timur, dan Aditya Raman Dany, caleg PPP dapil 1.
“Ketujuh bacabup dan bacawabup itu akan mengikuti uji kompetensi dan kelayakan (UKK) dari DPP PKB. UKK itu digelar serentak se-Indonesia. Untuk Jawa Timur akan diselenggarakan di Surabaya. Tetapi waktunya kapan, kami masih menunggu dari DPP,” tandas K Imam Hasyim.
Menurutnya, UKK itu nantinya akan menjadi salah satu penilaian yang akan menentukan rekomendasi partai. Karena itu, ia memperkirakan rekomendasi dari DPP akan turun setelah pelaksanaan UKK.
“Nanti begitu rekomendasi dari DPP turun, kami dari DPC akan langsung ‘action’ menindaklanjuti rekomendasi itu. Apapun keputusan DPP. Apakah kami mengusung sendiri, atau harus berkoalisi dengan partai A, partai B, atau yang lain,” tegasnya. [tem/beq]






