Bondowoso (beritajatim.com) – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bondowoso mendengungkan koalisi dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 ini.
Terakhir kali PKB berkoalisi dengan PPP terjadi pada 2013 lalu. Saat itu, pasangan calon bupati-wakil Bupati Bondowoso, H. Amin Said Husni – KH Salwa Arifin keluar sebagai pemenang.
Paslon ini disebut sebagai Aswaja. Selain akronim dari kedua nama tokoh itu, juga simbol bersatunya 2 parpol Islam yang dilahirkan oleh Nahdlatul Ulama (NU) yang menjunjung tinggi nilai Ahlussunah Wal Jama’ah (Aswaja).
Ketua DPC PKB Kabupaten Bondowoso, H. Ahmad Dhafir menyatakan Aswaja Jilid II sangat berpotensi terjadi.
“Yang jelas PKB merekomendasikan Ra Hamid (KH. Abdul Hamid Wahid) sebagai bacabup di Pilkada Bondowoso periode 2024-2029,” kata Dhafir kepada BeritaJatim.com beberapa waktu lalu.
Mengenai bacawabup, Dhafir menyebut bahwa posisi P2 itu diserahkan kepada PPP.
“Jadi prinsipnya, untuk wakil Ra Hamid kami serahkan kepada PPP. Monggo,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso ini.
Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Bondowoso, Barri Sahlawi Zein merespon kabar tersebut.
Termasuk simpang siur keputusan Tim 5 di internal PPP yang memunculkan 2 sosok yakni Kiai Asy’ad dan Kiai Hasan.
“Masih belum diputuskan di tingkat DPC. Tunggu hasil rapat,” jawab Sahlawi dikonfirmasi BeritaJatim.com via pesan singkat, Selasa (9/7/2024).
Mengenai keputusan final bahwa PPP bakal berkoalisi dengan PKB, Sahlawi belum berani menyimpulkan.
“Itu kewenangan pusat untuk memutuskan,” tegas Wakil Rakyat asal Kecamatan Cermee, Bondowoso. [awi/beq]






