Jember (beritajatim.com) – Pencalonan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar menjadi presiden dan wakil presiden berhasil menyatukan kalangan kiai dan ulama di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Persatuan para kiai ini dipercaya akan memuluskan pemenangan duet Amin ini.
Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Jember Ayub Junaidi, Rabu (3/1/2024). “Baru kali ini saya melihat di Jember tidak ada perpecahan di kalangan nahdliyyin. Kemarin pertemuan Laskar Santri di Kecamatan Jenggawah yang dipimpin Gus Salam dan kiai Sidogiri, semua berkumpul,” katanya.
Menurut Ayub, kalangan NU kultural yang selama ini agak berseberangan dengan kalangan NU struktural kini bersatu. “Tentu saja bukan mengatasnamakan Pengurus Cabang NU Jember, tapi sebagai personal. Terus terang saya kaget. Mungkin ini salah satu garis tangan bahwasanya perubahan tidak bisa terbendung. Sehebat apapun mau membendung perubahan, akan sulit,” katanya.
“Dan itu karena tumbuh dari hati. Bukan tumbuh karena apa. Kalau kecintaan tumbuh dari hati memang berbeda. Orang-orang memasang (alat peraga kampanye) sendiri,” kata Ayub.
Ayub tidak menyangka ada atribut besar bergambar Anies Baswedan di rumah salah satu tokoh Jember yang tidak pernah berpolitik praktis. “Saya kaget juga karena dia bukan politisi,” katanya.
Apa yang ditemui Ayub hanya satu dari sekian banyak contoh fenomena dukungan organik masyarakat untuk pasangan Anies-Muhaimin. “Insyaallah, Anies-Muhaimin di Jember akan mendulang suara dukungan sangat besar,” katanya.
Tak mau terbuai, PKB juga mempersiapkan pengamanan di tempat pemungutan suara. “Kami sudah melakukan pelatihan saksi. Kami menempatkan dua saksi di satu TPS. Ada saksi dalam dan saksi luar. Jadi kurang lebih ada 14 ribu saksi yang kami siapkan. Kita harus berdikari. Satu-satunya cara untuk melawan kecurangan adalah memperkuat saksi di TPS, biar pun biayanya besar,” kata Ayub. [wir]






