Bojonegoro (beritajatim.com) – Hingga akhir tahun serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro masih rendah. Pada momen puncak Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-347, Penjabat (PJ) Bupati Adriyanto menyelipkan pesan agar semangat pembangunan harus terus menyala seperti layaknya Api Abadi.
Pesan tersebut disampaikan saat PJ Bupati Bojonegoro yang juga menjabat Direktur Dana Transfer Umum Kementerian Keuangan RI itu melaksanakan prosesi penyemayaman Api Abadi dari objek wisata Khayangan Api di Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem ke Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Sabtu (19/10/2024) malam.
Penyemayaman Api Abadi diawali dengan penyerahan obor api abadi dari Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar kepada Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto. Kemudian dilanjutkan Malam Grebeg Berkah, rebutan “Gunungan Kaya Praja” yang menjadi puncak acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro ke-347 tahun 2024.
Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa yang terpenting dalam membangun Bojonegoro harus punya semangat. Semangat itu sudah ada. Bojonegoro punya Api Abadi. Api Abadi ini adalah sumber penyemangat dalam Membangun Bojonegoro.
“Karena hanya di Bojonegoro yang punya api abadi yang besar seperti ini. Ini tidak hanya menjadi kebanggaan kita, tetapi tentunya api ini harus menjadi penyemangat kita,” tutur Pj Bupati Adriyanto.
Pj Bupati menyampaikan bahwa penyemangat untuk membangun Bojonegoro harus menjadikan Bojonegoro lebih makmur agar masyarakatnya lebih sejahtera, seperti tagline atau slogan hari jadi Kabupaten Bojonegoro tahun ini, yaitu “Bojonegoro Makmur, Masyarakat Sejahtera.”
“Mari kita bersama-sama membangun Bojonegoro. Tentunya ini juga tidak terlepas dari doa kita bersama. Semoga dengan bertambahnya usia Bojonegoro, seluruh masyarakat juga semakin sejahtera,” harapnya.
Sebelumnya, sebagai rangkaian puncak Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-347 tahun 2024, telah dilaksanakan Prosesi Pengambilan Api Abadi di lokasi Wisata Khayangan Api, di Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.
Prosesi pengambilan api abadi ini dipimpin oleh Camat Ngasem didampingi oleh seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Ngasem dan diikuti sejumlah penari atau waranggono. Sementara, prosesi pengambilan api abadi dilaksanakan oleh Juru Kunci Khayangan Api, yang selanjutnya obor api diserahkan kepada Camat Ngasem.
Setelah diterima oleh Camat Ngasem, selanjutnya obor api diserahkan kepada petugas pembawa obor, untuk dikirab atau dibawa menuju Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro. [lus/aje]






