Ponorogo (beritajatim.com) – Pembuatan pizza khas Italia dengan cara tradisional, hadir di Kabupaten Ponorogo. Makanan berbentuk bundar dan pipih dengan khas Mozzarella itu, cara membuatnya dengan dipanggang di tungku kayu bakar.
Pemilik usaha ini, Nugroho Sasmito membawa nuansa autentik Italia ke Ponorogo dengan mempertahankan metode tradisional pembuatan pizza. Tungku bakar kayu, yang dirancang secara khusus olehnya, menjadi alat panggang yang berbeda dari pembuatan pizza biasanya yang memakai oven.
“Usaha ini kita adopsi Italian pizza, dengan konsep yang sudah ada sebenarnya. Adopsi gaya kita sendiri, tungku yang dibuat sendiri dengan bahan pembakaran kayu,” Nugroho, Selasa (12/03/2024).
Garasi rumahnya yang berada di Jalan MH. Thamrin Kelurahan Bangunsari Ponorogo, Ia sulap menjadi dapur untuk pembuatan pizza lengkap dengan tempat tungku bakarnya. Kayu sebagai bahan bakar untuk pemanggangannya pun tidak sembarangan. Ia memilik kayu-kayu dari buah-buahan seperti jambu maupun mangga. Dengan pembakaran dengan kayu khusus itulah, akan menambah rasa yang khas pizza Italia. “Sementara untuk kayu bakarnya, saya hunting kayu mangga,” katanya.
Pizza dengan cita rasa Italia, kata Nugroho beda dengan pizza Amerika pada umumnya. Untuk pizza Italia yang Ia buat tidak terlalu banyak toping dan lebih simpel. Kalau belum terbiasa memakan pizza Italia, mungkin memandang kelihatan gosong. Padahal tidal, sebab pemanggangan memang masih secara tradisional di dalam tungku kayu bakar. “Rotinya itu kenyal, bukan alot sih. Lebih ke cuiyy saat digigit. Selain itu juga simpel tidak banyak toping yang aneh-aneh,” katanya.
Bahan untuk membuat pizza yang Nugroho gunakan merupakan bahan-bahan lokal. Seautentik mungkin yang mendekati pizza khas Italia. Ia tidak mungkin semua bahannya mengimpor dari Italia. Tentu yang menjadi pertimbangan nanti harga jualnya yang pasti lebih mahal. Ia pun berinovasi, bagaimana rasanya mendekati pizza Italia dengan harga yang masih bisa dijangkau oleh masyarakat Ponorogo. Sehingga setiap pizza yang dihasilkan adalah perpaduan autentik antara rasa lokal dan kelezatan Italia.
“Kita mencoba pasar yang harganya masih bisa dijangkau oleh orang Ponorogo. Olahan bahan lokal seautentik mungkin dan rasanya semendekati mungkin pizza Italia,” pungkasnya.
Hilda Ayu Rahmawati, salah satu pembeli mengungkapkan bahwa pizza buatan Nugroho ini menurutnya pertama di Ponorogo yang pembuatannya ala-ala Italia. Biasanya yang banyak ada adalah pizza amerika. Menurut Hilda bentuknya lebih tipis dan ada garingnya. Rasanya seperti kenyal tetapi tetap enak. “Rasaya cuuiiy,, kaya alot tapi tetap enak. Nah itu mungkin yang menjadi ciri khas pizza Italia,” katanya. (end/kun)






