Surabaya (beritajatim.com) – Peta geopolitik jelang Pilwali Surabaya 2020 semakin menarik. Kini, Selasa (27/8/2019), kombinasi paslon NU-Nasionalis diprediksi memiliki peluang menang yang cukup tinggi di pesta demokrasi itu.
Pendapat tersebut terlontar dari Wakil Ketua KOMPI (Komunitas Milenial Peduli Indonesia) Surabaya, Dedy Mahendra. Bahkan, menurutnya, kombinasi NU-Nasionalis bisa menang mutlak di Surabaya.
“Prediksi kasar, tanpa melihat tokoh maupun partai, kombinasi NU-Nasionalis bisa menang 70 hingga 75 persen. Ini dengan melihat basis masing-masing. Bebas yang mau jadi calon Wali Kota ini NU ataupun sebaliknya,” ujar Dedy.
“Kawasan Utara dan Timur Surabaya ini lekat dengan kelompok NU. Sementara, Barat dan Selatan itu nasionalis. Jadi itu modal yang cukup kuat untuk memperoleh kepercayaan publik,” tambahnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pilwali-surabaya”]
KOMPI pun, menurut Dedy, dalam waktu dekat akan menggelar riset terkait Pilwali Surabaya. “Ini agar pendapat-pendapat kita bisa tervalidasi dengan data,” jelasnya.
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu KOMPI telah merilis beberapa nama yang menurut mereka layak maju di Pilwali Surabaya 2020. Diantaranya adalah Dhimas Anugrah, Eri Cahyadi, Hendro Gunawan, Fandi Utomo, Gus Hans, Lia Istifhama, dan Whisnu Sakti Buana.[ifw/ted]






