Jember (beritajatim.com) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun ini mulai membangun rumah sakit dan ingin mengelolanya secara mandiri. Apalagi Bupati Hendy Siswanto sudah menyatakan kesiapan untuk membantu dan mempermudah proses pembangunannya.
Hal ini dikemukakan Wakil Ketua PCNU Jember yang juga Ketua Panitia Pembangunan RSNU, Ayub Junaidi, Kamis (19/5/2022). “Sebenarnya kami ditawari investor, berapapun kebutuhannya. Cuma kalau pakai investor, hanya nama NU yang dipakai. Selama 20 tahun mereka yang mengelola. Ngapain. Biarlah kami belajar dari bawah, sesuai kemampuan kami,” katanya.
Akhirnya, PCNU sepakat membiayai pembangunan rumah sakit secara mandiri. “Biayanya berasal dari masyarakat, dan teman-teman Fraksi Kebangkitan Bangsa (DPR RI, DPRD Jatim, dan DPRD Jember) juga sudah mulai memberikan sumbangan,” kata Ayub.
Sebagai awal, lahan yang akan digunakan rumah sakit seluas lima ribu meter persegi. “Nanti masih ada lahan di kanan kiri, mungkin ada lahan tokoh-tokoh NU dan masyarakat yang akan diwakafkan,” kata Ayub.
Rumah sakit ini akan dibangun secara bertahap mulai dari klinik dan akan beroperasi tahun depan, di bawah supervisi Lembaga Kesehatan NU (LKNU). “Ini semua berasal dari peluh keringat kaum nahdliyyin,” kata Ayub.
Saat ini sudah ada 17 dokter yang siap bekerja di rumah sakit ini. “Kemarin ada beberapa dokter yang sudah pensiun ingin mengabdi kepada NU. Nanti yang menggawangi mereka,” kata Ayub.
Bupati Hendy Siswanto menyatakan siap mendukung pembangunan Rumah Sakit NU di atas lahan seluas lima ribu meter persegi di Jember. Bahkan dia bersedia diangkat menjadi penasihat panitia pembangunan tersebut. “Kami bukan hanya men-support untuk mewujudkan rumah sakitnya saja. Tapi tentunya operasionalnya nanti kami punya dokter spesialis cukup banyak, yang akan men-support Rumah Sakit NU ini,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pcnu-jember”]
Hendy minta OPD (organisasi perangkat daerah) bawahannya mendukung pendirian RSNU ini. “Apa yang kurang, kita penuhi. Yang penting membuat rumah sakit baik tujuannya untuk masyarakat. Mudah-mudahan tahun depan bisa segera dioperasionalkan,” katanya.
Hendy mengapresiasi pendirian RSNU ini. “Perlu kami sampaikan, bahwa membuat rumah sakit di Jember sangat perlu, karena penduduk kami 2,5 juta. Kalau hitungan tempat tidur (rumah sakit), seribu orang, satu tempat tidur. Sekarang BOR (Bed Occupancy Rate) kita baru 46,1 persen. Jadi masih kurang 836 tempat tidur. Jadi di Jember masih banyak orang sakit, tidak ada tempat tidurnya. (Dirawat) di rumahnya,” katanya.
Saat ini di Jember baru ada 13 rumah sakit. “Yang kita perlukan, rumah sakit di Jember ini punya spesialis seperti penyakit jantung dan kanker. Alhamdulillah, baru tiga hari lalu, Rumah Sakit dr. Soebandi baru melakukan operasi jantung terbuka pertama kali dan alhamdulillah berhasil. Di Jember, ada 15.100 orang sakit jantung per tahun yang harus dibawa ke Surabaya dan RSUD Syaiful Anwar Malang,” katanya. [wir/suf]






