Surabaya (beritajatim.com) – Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Tri Rismaharini atau Risma, menyinggung sejumlah permasalahan di Jatim yang belum tuntas hingga saat ini.
Permasalahan tersebut di antaranya adalah banjir tahunan yang terjadi di Kabupaten Gresik, tentang sulitnya orangtua menyekolahkan anak, hingga maraknya TPPO.
“Sampai dengan sekarang di Kementerian Sosial itu masih banyak anak-anak, orangtua, yang kirim surat dari Jawa Timur kalau anaknya ini tidak bisa bayar sekolah,” terang Risma di area Makam Mbah Bungkul, Kota Surabaya, Kamis, 29 Agustus 2024 sore.
“Kemudian ada masalah infrastruktur di beberapa wilayah. Teman-teman sudah tahu mungkin kalau kebanjiran di Gresik sana itu, begitu banjir semua habis,” lanjutnya.
Selain itu, lanjut Risma, masalah kesehatan yang ada di Jawa Timur dinilai berat. Di mana penyakit Polio, TBC dan juga angka kebutaan masih tinggi.
“Masalah kesehatan yang agak berat, karena saya mendengar dari seorang profesor bahwa kebutaan angkanya cukup tinggi. Kemudian kusta juga tinggi, TBC, kemudian saya dengar baru baru ini polio,” rinci Risma.
Untuk itu, Risma ingin menjawab dengan sebuah jargon ‘resik resik Jawa Timur’ di pencalonannya sebagai gubernur saat ini. Kata dia, meskipun ini dinilai berat, ia akan mengerjakan sebagai bentuk amanah.
“Jadi berat, saya katakan ini memang berat. Tapi saya kalau diberikan amanah ya saya harus kerjakan. Karena saya harus bertanggung jawab nanti di kehidupan saya selanjutnya, setelah saya mati,” pungkas dia. [ram/beq]






