Surabaya (beritajatim.com) – Pilek dan batuk adalah penyakit yang sering menyerang kita. Bisa karena perubahan cuaca atau infeksi, bisa juga karena alergi.
Kalian mungkin juga sering terkena pilek. Mulai pilek yang bisa segera hilang ketika minum obat, kadang juga pilek yang tidak sembuh-sembuh meski berbagai cara sudah kita lakukan.
Namun, sebab yang paling sering kenapa pilek tidak kunjung sembuh adalah karena kita tak mencari tahu lebih dulu alasan terjadinya pilek. Apakah karena alergi, cuaca, atau alergi.
Penyebab alerginya pun tentu bermacam-macam, hingga akhirnya membuat hidung kerap mengeluarkan cairan. Namun, tidak sedikit orang yang masih bingung perbedaan pilek infeksi dan pilek alergi. Berikut ini perbedaan keduanya.
Pilek Infeksi
Pilek infeksi ini terjadi bisa karena adanya virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini bisa terjadi ketika imun sedang menurun atau bahkan karena tertular dari orang-orang di sekitar, seperti teman sekelas, partner kerja, atau lain sebagainya.
Seseorang yang mengalami pilek infeksi tersebut biasanya disertai dengan demam. Meski pun suhu badan tidak terlalu tinggi, namun demam kerap menjadi satu paket dengan pilek infeksi ini. Bisa juga disertai dengan gejala-gejala lain, seperti masuk angin, batuk, hingga rasa sakit pada tenggorokan.
Pilek Infeksi biasanya akan hilang ketika seseorang mengonsumsi obat, setelah itu tidak akan kembali dalam kurun waktu yang cukup lama, terlebih saat imun tubuh tetap terjaga.
Pilek Alergi
Berbeda dengan pilek akibat infeksi, pilek yang disebabkan karena alergi ini bukan karena tertular atau bahkan menularkan ke orang lain. Karena pilek jenis ini murni disebabkan oleh alergi sesuatu, seperti debu, suhu dingin, dan lain sebagainya.
Perbedaan yang mencolok dari dua jenis pilek ini juga bisa dilihat dari warna cairan yang keluar dari hidung. Jika pilek infeksi identik dengan warna hijau, pilek alergi biasanya berwarna bening. Selain itu kerap disertai dengan bersin-bersin yang tak kunjung berhenti.
Mengonsumsi obat bukanlah salah satu cara untuk mereka yang mengalami pilek alergi. Hal ini bisa terjadi karena adanya faktor keturunan. Meski mengonsumsi obat bisa sedikit meredakan, namun untuk meminimalisirnya tentu dengan menghindari penyebab utama alergi. [fyi/tur]






