Ngawi (beritajatim.com) – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di jalan turunan Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (1/1/2026). Sebuah mobil pikap yang membawa rombongan wisatawan diduga mengalami rem blong hingga menabrak rumah warga dan empat sepeda motor. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tersebut.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Mobil pikap yang dikemudikan Robert (60), warga Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Ngawi, melaju dari arah Kebun Teh Jamus menuju jalan utama. Kendaraan tersebut membawa lima penumpang, dua orang berada di kabin depan dan tiga lainnya di bak belakang.
Diduga kehilangan kendali di jalan menurun, mobil pikap terlebih dahulu menabrak sepeda motor yang berboncengan. Kendaraan kemudian menghantam teras rumah milik Supar (55), warga setempat. Benturan keras membuat bagian depan mobil ringsek parah, sementara tiga sepeda motor yang terparkir di depan rumah rusak berat.
Akibat kecelakaan tersebut, dua penumpang mobil pikap meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Puskesmas Ngrambe. Kedua korban yakni Triana (33), warga Desa Sriwedari, Kecamatan Karanganyar, Ngawi, serta Welas (44), warga Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Ngawi. Jenazah keduanya dibawa ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk dilakukan visum.
Satu korban tewas lainnya adalah Fanina Dwi Noviana (19), warga Kelurahan Gunung Anyar, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya. Korban merupakan pengendara sepeda motor yang ditabrak mobil pikap. Fanina mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di RS Widodo Ngawi. Sementara Tyas (19), warga Kecamatan Sine, Ngawi, yang membonceng korban, mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif.
Empat penumpang mobil lainnya, termasuk sang sopir, mengalami luka-luka dan dirujuk ke rumah sakit di wilayah Sragen, Jawa Tengah, untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Dwi Yoni Martiana, anak pemilik rumah, mengaku terkejut saat mendengar suara benturan keras. “Saya di dalam rumah, tiba-tiba terdengar suara brak. Saat keluar, mobil sudah menabrak rumah, banyak korban luka dan ada yang terjepit. Penumpangnya ada enam orang,” ujarnya.
Saksi mata lainnya, Sutrisno, mengatakan kondisi kendaraan sudah rusak parah saat dirinya tiba di lokasi. “Saya datang posisi mobil sudah begitu. Saya ikut menolong korban yang terjepit. Informasinya sudah ada tiga yang meninggal, satu dari pengendara motor,” katanya.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Empat unit sepeda motor yang terlibat kecelakaan diamankan sebagai barang bukti. Proses evakuasi mobil pikap dilakukan menggunakan truk derek karena kondisi kendaraan yang rusak berat.
Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan rem blong pada mobil pikap tersebut. [fiq/but]






