Surabaya (beritajatim.com) – Bayu Kencana, pebulutangkis asal Pasuruan berhasil menyabet juara umum dengan hasil 3 emas, 1 perak dan 4 perunggu, dalam Kejuaraan Bulutangkis Piala Gubernur Jawa Timur tahun 2022. Penyerahan piala kepada juara umum dilakukan usai pertandingan final yang berlangsung di GOR Sudirman Surabaya, Minggu (5/6/2022).
Ketua Bidang (Kabid) Pengprov PBSI Jatim, Arsrilia Kurniati, menjelaskan, semua Pengkab/Pengkot PBSI se-Jatim mengirimkan atlet di kejuaraan bulutangkis Piala Gubernur Jatim tahun ini. Ada 853 pebulutangkis se-Jawa Timur ikut meramaikan ajang tersebut. “Antusiasme peserta cukup tinggi, para pebulutangkis ini bertanding mulai 28 Mei hingga 4 Juni 2022,” ujarnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bulutangkis”]
Para peserta bertarung di berbagai kelompok usia (KU). Mulai nomor KU tunggal pra dini, KU tunggal dini, KU tunggal anak, KU tunggal pemula, KU tunggal taruna, tunggal dewasa putra, KU ganda anak, KU ganda pemula, KU ganda remaja, KU ganda taruna, dan KU ganda dewasa putra.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa kompetisi ini merupakan ajang pencarian bibit atlet terbaik. Gubernur berharap, bibit- bibit tersebut dapat menjadi atlet andal Jawa Timur dan Indonesia. Mereka diharapkan mampu berlaga dan bersaing di turnamen nasional maupun internasional.
“Ini kejuaraan pertama Piala Gubernur dalam cabang olahraga bulu tangkis. Kita tentu berdoa agar semua bisa mencapai tujuan yang diharapkan. Bahwa ini bukan sekedar kompetisi, tapi juga proses pencarian bibit-bibit atlet bulutangkis yang sejatinya dapat disiapkan secara matang, terukur dan disiapkan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Menurut gubernur, membludaknya pendaftar dalam gelaran ini membuktikan banyaknya jumlah klub bulutangkis di Jatim. Begitupun animo masyarakat yang sangat tinggi di cabor tersebut. “Potensi tersebut harus mendapatkan atensi. Dan artinya memang peminat dari olahraga bulutangkis sangat banyak. Oleh karena itu, pembibitan untuk melakukan rekruitmen dari seleksi awal harus dilakukan lebih dini dan lebih komprehensif,” terangnya. [way/suf]






