Batu (beritajatim.com) – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina mempertegas komitmennya dalam membangun optimisme publik melalui kolaborasi strategis dengan media massa. Melalui semangat Energizing Indonesia, PHE memposisikan insan media sebagai mitra utama dalam menyampaikan informasi sektor energi yang akurat dan terpercaya guna mendukung kemandirian energi nasional.
Sebagai tulang punggung produksi minyak dan gas bumi nasional, PHE memandang media memiliki peran krusial sebagai jembatan komunikasi antara industri dan masyarakat. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan publik mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai upaya optimalisasi produksi migas serta pengembangan portofolio energi rendah karbon yang sedang berjalan.
Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina, Hermansyah Y Nasroen, menjelaskan bahwa hubungan dengan media merupakan kemitraan strategis untuk membangun narasi yang konstruktif terkait pasokan energi. Sinergi ini diharapkan dapat membangun kepercayaan publik terhadap agenda ketahanan energi Indonesia di tengah dinamika global.
Dalam kegiatan media engagement yang dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026, PHE mendorong para jurnalis untuk mempercepat penyebaran informasi kredibel mengenai berbagai transformasi industri. Fokus utama penyebaran informasi ini mencakup:
* Peningkatan produktivitas aset hulu migas nasional.
* Penerapan teknologi terkini dalam operasional perusahaan.
* Inisiatif dekarbonisasi sebagai bagian dari transisi energi berkelanjutan.
* Praktik jurnalisme yang mengedepankan etika, akurasi, dan kualitas di era digital.
Menurut Hermansyah, ketahanan energi adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara perusahaan dan media menjadi kunci dalam memperkuat optimisme masyarakat terhadap masa depan energi Indonesia.
Di sisi operasional, PHE tetap konsisten berinvestasi dengan berpegang pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Selain fokus pada produksi, perusahaan juga menerapkan kebijakan Zero Tolerance on Bribery untuk mencegah praktik kecurangan (fraud) dan penyuapan. Komitmen integritas ini diperkuat dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah memenuhi standar internasional ISO 37001:2016.
Melalui langkah kolaboratif ini, PHE optimistis bahwa sinergi industri dan media akan menjadi kekuatan penting untuk menjaga kedaulatan energi Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan.[rea]






