Gresik (beritajatim.com) – Petani di Provinsi Jawa Timur tak perlu khawatir soal ketersediaan pupuk bersubsidi, saat memasuki musim tanam di Bulan April hingga September 2023. Untuk memenuhi kebutuhan itu, Petrokimia Gresik anggota holding Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 294.466 ton per tanggal 10 Maret 2023. Angka ini naik dua kali lipat lebih dari ketentuan minimum pemerintah sebanyak 136.606 ton.
Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menuturkan, awal musim tanam April-September 2023 bersamaan dengan Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Untuk itu, biasanya petani menggarap lahannya lebih awal.
“Untuk stok pupuk bersubsidi tersebut terdiri dari pupuk NPK dan Urea sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 10 Tahun 2022 yang mengalokasikan pupuk bersubsidi hanya untuk Urea dan NPK saja. Adapun rincian stok NPK saat ini sebanyak 258.739 ton, dan Urea 35.727 ton. Pupuk tersebut saat ini berada di gudang lini III,” tuturnya, Sabtu (11/03/2023).
Baca Juga:
Alokasi Pupuk Bersubsidi di Ponorogo Alami Kenaikan
Dwi Satryo menyatakan tetap melaksanakan ketentuan dari pemerintah, termasuk pasca Lebaran.
“Kami hanya menyalurkan pupuk bersubsidi ke petani yang berhak. Syarat untuk mendapat pupuk bersubsidi adalah wajib tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (SIMLUHTAN), serta menggarap lahan maksimal dua hektare. Regulasi tersebut juga memfokuskan pupuk bersubsidi hanya untuk sembilan komoditas strategis, yaitu padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kopi, tebu, dan kakao,” imbuhnya.
Sementara itu, hingga awal Maret ini, Petrokimia Gresik telah menyalurkan pupuk bersubsidi sebanyak 635.447 ton. Rinciannya, NPK 478.520 ton untuk wilayah yang tersebar di seluruh Indonesia, serta Urea 156.927 ton. Angka tersebut sebesar 82,6 persen dari alokasi pupuk bersubsidi selama bulan Januari-Maret 2023.
Secara keseluruhan, Pupuk Indonesia juga telah menyalurkan pupuk bersubsidi sebesar 1,42 juta ton dari Januari hingga 8 Maret 2023. Jumlah ini setara dengan 79,6 persen dari alokasi sampai dengan Maret 2023 sebesar 2,23 juta ton.
“Terkait dengan pupuk bersubsidi itu, kami mendapatkan tanggungjawab penyaluran pupuk bersubsidi sebesar 3.123.354 ton atau hampir 40 persen dari total alokasi pupuk bersubsidi yang dialokasikan Pemerintah. Rinciannya Urea 713.292 ton dan NPK 2.410.062 ton. Alokasi penyaluran pupuk bersubsidi NPK yang diamanahkan ke Petrokimia Gresik,” ungkap Dwi Satryo.
Baca Juga:
Distan Gresik Minta Petani Segera Pakai Pupuk Bersubsidi
Masih menurut Dwi Satryo, Khusus total target produksi NPK dan Urea di Petrokimia Gresik tahun 2023. Pihaknya ditarget sebesar 3.635.800 ton, dengan rincian Urea 975.800 ton dan NPK 2.660.000.
Seperti diberitakan, saat ini alokasi pupuk bersubsidi yang ditetapkan oleh pemerintah pada tahun 2023 sebesar 7,85 juta ton. Yaitu, pupuk Urea 4,64 juta ton dan NPK 3,21 juta ton. Sementara rencana produksi Pupuk Indonesia pada tahun 2023 sebesar 12,3 juta ton, baik pupuk bersubsidi maupun pupuk nonsubsidi. [dny/but]






