Gresik (beritajatim.com) – Untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas, sebagai kunci utama investasi jangka panjang dalam mengembangkan produktivitas, ribuan karyawan PT Petrokimia Gresik didorong terus berinovasi.
Melalui inovasi itu added value (nilai tambah) perusahaan tersebut bisa mencapai Rp 381 miliar. Dari jumlah itu, benefit perusahaan berupa efisiensi bisa tembus di angka Rp 120,6 miliar.
“Inovasi harus dilakukan karena ini menjadi pembeda dan pemenang dalam menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi,” ujar Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satryo Annurogo kepada beritajatim.com, Rabu (5/6/2024).
Ia menambahkan, inovasi yang dilakukan seluruh insan karyawan sudah menjadi budaya dan bukan sekadar menggugurkan kewajiban. Ini terbukti Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) sudah berjalan 38 kali. Artinya budaya tersebut terus dipelihara dan ditingkatkan.
“Tahun 2024 keterlibatan seluruh karyawan kegiatan inovasi ini 95%. Hampir seluruhnya ikut kegiatan inovasi. Tidak hanya eksis tapi juga sustainable (berkelanjutan) dan growth (tumbuh) untuk ke depannya,” imbuhnya.
Selain mengkedepankan inovasi, lanjut Dwi Satryo, Petrokimia juga membangun pabrik baru pupuk NPK subsidi yang rencananya beroperasi bulan ini atau bulan depan. Pabrik yang memiliki kapasitas produksi 600 ribu ton pertahun ini diharapkan bisa mengcover kebutuhan pupuk bersubsidi.
“Bedanya pabrik pupuk NPK itu dibangun swakelola dan dikerjakan sendiri oleh engineering Petrokimia Gresik. Bukan dikerjakan oleh kontraktor asing. Ini menunjukkan bahwa teknologi di industri pupuk bisa dikerjakan sendiri,” ungkapnya.
Sementara itu, Dirut PT Gresik Cipta Sejahtera (GCS) anak usaha Petrokimia Gresik, Awang D.Bachtiar mengatakan, dirinya mendukung adanya inovasi KIPG yang ke-38. Ini karena melalui inovasi itu, semua unit usaha berlomba-lomba memberikan yang terbaik.
“Kami selalu menekankan inovasi pada setiap karyawan. Dengan begitu mereka saling memiliki bagaimana perusahaan bisa sustainable serta tumbuh bersama,” kata nahkoda perusahaan yang bergerak di bidang jasa logistik pendukung industri ini.
Uniknya pada KIPG ke 38 ini seluruh perusahan mengerahkan karyawannya masing-masing. Mereka saling beradu kreativitas yang ditampilkan di both-nya. Ada yang mengenakan pakaian ala dayak, koboi, indian serta mengerahkan robot ala transformer untuk menarik pengunjung. [dny/but]






