Banyuwangi (beritajatim.com) – Peternak kambing etawa, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu mendapat acungan jempol dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Menurutnya, kerja keras para peternak kambing perah di Desa Jambewangi cukup membanggakan.
“Meski dibilang baru dirintis, tapi potensi produksi susunya sangat besar. Ini bisa menjadi ekonomi kerakyatan yang bisa dicontoh desa lain,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Ipuk melihat, potensi susu kambing tersebut harus dimanfaatkan. Salah satunya dengan menjual sesuai olahan susu etawa.
“Jadi produksinya bisa dari hulu ke hilir. Selain itu, kawasan peternakan ini juga bisa dikemas menjadi wisata edukasi,” katanya.
Selain itu, Bupati Ipuk Fiestiandani menyebut, tren wisata edukasi menjadi peluang baik bagi perkembangan suatu daerah. Apalagi dapat menonjolkan suatu kearifan lokal yang mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi warganya.
“Saat ini telah menjadi tren wisata edukasi di kebun dan peternakan. Ini bisa menjadi wisata edukasi dengan menawarkan pengalaman memerah susu dan edukasi terkait susu etawa. Dengan demikian peternak akan semakin berdaya,” kata Ipuk.
Yang lebih membanggakan lagi, KUB Panji Makmur juga memberi bantuan pada warga kurang mampu dan juga kebutuhan anak sekolah dan yatim piatu. Kegiatan itu bahkan kerap dilakukan setiap bulan.
“Tidak hanya memperhatikan kelompoknya saja, namun mereka memiliki jiwa sosial dengan membantu warga miskin dan anak yatim piatu. Semoga semakin lancar usahanya,” pungkas Ipuk.
Sementara itu, Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Panji Makmur yang membawahi peternak kambing etawa di Desa Jambewangi, Hanif menyebut, banyak potensi lain yang dihasilkan dari kambing ini. Selain diperah susunya, kambing-kambing tersebut juga dapat dimanfaatkan dagingnya.
“Setelah kambing melewati masa produktifnya, daging kambing bisa dimanfaatkan untuk konsumsi atau stok hewan kurban,” pungkasnya. (rin)






