Sampang (beritajatim.com) – Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Sampang membuat para petani, khususnya di Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, menunda masa tanam tembakau. Kondisi cuaca yang tidak kunjung beralih ke musim kemarau dinilai sangat berisiko bagi pertumbuhan tanaman yang membutuhkan kondisi tanah kering ini.
Salamo, salah satu petani setempat, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap anomali cuaca tahun ini yang membuat mereka ragu untuk memulai tanam. Ia bahkan menduga terjadi musim hujan kembar, mengingat pada bulan Mei seharusnya wilayah tersebut sudah memasuki kemarau.
“Petani masih menunggu cuaca tidak hujan lagi alias musim kemarau untuk memulai tanam tembakau karena tembakau ini tidak membutuhkan air banyak,” kata Salamo, Senin (26/5/2025).
Kondisi serupa juga dialami petani di beberapa kecamatan lain seperti Camplong dan Torjun. Para petani memilih menunda tanam agar tidak mengalami kerugian besar akibat gagal panen.
“Di Kecamatan Camplong besar kemungkinan banyak petani tembakau yang akan mengalami gagal panen disebabkan cuaca yang tak kunjung kemarau,” imbuh Salamo.
Hal senada disampaikan Fadil, petani dari Torjun. Ia menyebut para petani mulai kelimpungan karena belum bisa menggarap lahan dan menanam bibit.
“Kita berharap musim kemarau segera tiba agar petani tembakau bisa melakukan tanam dan mengarap lahan mereka,” harapnya.
Tembakau merupakan komoditas andalan bagi petani di Sampang. Namun, tanpa kepastian musim kemarau, sebagian besar lahan tembakau saat ini masih dibiarkan kosong sambil menunggu kondisi cuaca yang mendukung. [sar/beq]






