Lamongan (beritajatim.com) – Muhtadin, petani asal Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan ini sukses menyulap lahan sawahnya menjadi wisata petik jambu kristal.
Keputusan Muhtadin untuk membuat wisata petik jambu ini lantaran saking seringnya ia mengalami gagal panen. Ia menguatkan tekad untuk banting setir dari tanam padi ke tanam jambu. Terbukti, keputusannya tersebut membuahkan hasil manis dan mampu mengubah lahannya menjadi lokasi wisata petik jambu kristal.
Muhtadin mengungkapkan, ia memulai menanam pohon jambu kristal (prisium guajava: latin) sejak 2 tahun lalu. Lahan sawahnya yang semula kurang produktif itu kini menjadi berkah dan memiliki nilai lebih.
“Awalnya lahan ini dulunya ya ditanami padi dan tanaman-tanaman lainnya, tapi kami selalu merugi karena gagal panen,” ujar Muhtadin saat dikonfirmasi beritajatim.com, Sabtu (11/2/2023).
Muhtadin menjelaskan, seringnya ia mengalami gagal panen tersebut disebabkan oleh tanaman padi yang ia tanam kerap terkena serangan hama. Selain itu, pasokan air di kawasan tersebut juga kurang jika digunakan untuk memenuhi kebutuhan tanaman padinya.
Mengenai dipilihnya jambu kristal, ia pun mengaku, lantaran perawatan jenis jambu ini tergolong mudah. Dirinya bersyukur, tanaman jambu kristal yang ia kembangkan mampu memberikan warna baru bagi kehidupannya.
“Kami memilih menanam jambu kristal ini karena perawatanya mudah. Selain itu, jambu jenis ini banyak digemari masyarakat,” terangnya.

Tak hanya perawatannya yang mudah, tutur Muhtadin, jambu ini juga memiliki beragam manfaat bagi kesehatan, di antaranya mampu membantu menurunkan berat badan, kaya akan anti oksidan, mampu membantu mengobati batuk berdahak, dan bisa menambah daya tahan tubuh.
“Buah jambu kristal ini sudah mulai berbuah sejak setahun yang lalu. Namun lebih sering berbuah lagi setelah berusia 2 tahun, bahkan jambu kristal ini bisa berbuah setiap 3 bulan sekali,” paparnya.
Lebih jauh, Muhtadin mengungkapkan bahwa konsep wisata petik jambu kristal yang ia inisiasi ini mampu menarik perhatian masyarakat. Selain menjadi tren, sebutnya, petik buah langsung dari kebun ini juga mampu memberikan sensasi tersendiri bagi para pengunjungnya.
“Dengan petik buah langsung di kebun, masyarakat bisa langsung merasakan sensasinya. Awalnya konsep ini memang berasal dari usulan pengunjung sendiri, sehingga jadilah wisata petik buah seperti sekarang ini,” aku Muhtadin.
[berita-terkait number=”3″ tag=”petani-lamongan”]
Secara rinci, Muhtadin menerangkan, bagi pengunjung yang ingin masuk ke wisata jambu miliknya tak dipungut biaya alias gratis. Hanya saja, pengunjung yang memetik buah jambu kristal dan ingin membawa pulang dikenakan biaya Rp15 ribu per kilogramnya.
“Selain jambu kristal, ada juga buah alpukat dan jeruk meski tanamannya tidak sebanyak jambu,” imbuhnya.

Muhtadin berharap, wisata petik buah jambu kristal di lahan seluas 2 hektar miliknya bisa semakin berkembang pesat nantinya. Ia juga mengaku, akan menambah beberapa spot atau sarana prasarana demi menarik pengunjung agar lebih banyak yang datang.
“Alhamdulillah mulai ramai dan banyak yang datang. Sekarang juga tak lagi mengalami gagal panen seperti saat menanam padi dulu. Rata-rata pengunjung yang datang tidak hanya dari Lamongan saja, tapi juga dari daerah atau kota luar Lamongan,” tutupnya.[riq/ted]






