Gresik (beritajatim.com) – Tradisi kontes dan lelang bandeng kawak atau bandeng raksasa kembali digelar setelah dua tahun vakum akibat pandemi Covid-19. Ada puluhan petani pembudidaya ikan bandeng ikut serta dalam lelang dan kontes tersebut.
Salah satu peserta yaitu petani tambak asal Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Desa Pangkah Wetan mengirimkan dua kontestannya yang memiliki ikan bandeng raksasa yaitu Syaifullah Mahdi, dan Roziqin.
Bagi Syaifullah Mahdi atau akrab dipanggil Sandi, membudidayakan ikan bendeng ukuran raksasa gampang-gampang susah. Bila salah dalam pola pemeliharaan, ikan tidak bisa tumbuh besar.
“Kami membudidayakan selama 12 tahun sampai ikan bandeng itu benar-benar tumbuh besar sesuai dengan ukuran yang diinginkan,” ujarnya, Kamis (28/04/2022).
Sandi menjelaskan setiap ada kegiatan kontes dan lelang bandeng kawak. Desa Pangkah Wetan selalu turut serta. Namun, saat pandemi covid-19 muncul membuat kontes dan lelang bandeng tahunan ditiadakan. Melandainya pandemi, kontes yang sudah puluhan tahun digelar tersebut kembali digelar. Hal inilah yang membuat dirinya bersama rekannya Roziqin bersemangat lagi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Gresik”]
“Mudah-mudahan dalam kontes dan lelang bandeng kawak nanti malam. Desa kami bisa juara. Sebab, sebelumnya hanya menempati urutan ketiga tiga tahun lalu,” paparnya.
Hal senada juga dikemukakan oleh petani tambak ikan lainnya Roziqin. Dirinya bersama rekannya Sandi mengirim dua ekor bandeng dengan berat lebih dari 8 kilo hingga 15 kilo lebih pada kontes bandeng nanti malam.
Dua ikan bandeng yang diikutkan itu, dibudidayakan di tambak seluas 24 hektar. Dari budidaya tersebut, dipilah lagi untuk memilih ikan yang besar. Selanjutnga ikan yang dipilah tersebut dibudidayakan sampai benar-benar kawak.
“Tidak semua ikan bandeng yang kami pilih memiliki ukuran yang besar. Tingkat kesulitannya disini, sebab untuk membudidayakan sampai besar butuh waktu lama sekitar 12 tahunan,” ungkapnya.
Kini kedua petani tambak itu, berharap ikan bandeng hasil budidayanya mampu menjadi jawara. Pasalnya, setelah Desa Pangkah Wetan dinobatkan sebagai ‘Kampung Bandeng’ oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). Desa yang berada di ujung pesisir Utara Gresik itu, diharapkan bisa memberi kontribusi dalam budidaya perikanan. (dny/beq)






