Trenggalek (beritajatim.com) – Setelah dua tahun dilarang akibat pandemi Covid-19, Tradisi Kupatan atau Hari Raya Ketupat di Trenggalek bisa digelar kembali tahun ini.
Disamping itu, kasus dan capaian vaksinasi di Kota Keripik Tempe ini juga semakin membaik.
Momentum Lebaran Ketupat dimanfaatkan oleh Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama jajaran Forkopimda untuk melakukan sowan kepada para Kyai. Tujuan pertama, Pondok Pesantren Babul Ulum, Desa Durenan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, yang memang menjadi cikal bakal tradisi Kupatan ini dilestarikan oleh masyarakat sekitar hingga sekarang.
“Pondok ini, tahun 1600 pondok ini sudah berdiri dan beliau di sini sudah generasi ke-4. Jadi kalau kupatan santri-santri dari luar pulau semua datang,” ceritanya.
Kurang lebih dimulai sejak tahun 1.600 dan sekarang sudah generasi ke-4. Berawal dari tokoh agama setempat yang bernama Mbah Mesir.

Kepala daerah yang erat disapa Gus Ipin itu menambahakan, pihaknya berkeliling ke tokoh-tokoh masyarakat, yang paling utama pondok-pondok pesantren yang memang memiliki sejarah kuat terkait tradisi kupatan ini. Dirinya berharap agenda silaturahmi ini tidak terganggu dengan lonjakan kasus Covid 19. Sebab, dirinya melihat warga masyarakat juga cukup tertib, dimana-mana silaturahmi juga memakai masker.
“Ini tradisi yang cukup baik menurut saya dan sekarang alhamdulillah bisa terlaksana dengan lebih semarak. Meskipun kalau kita lihat, tadi kita naik motor dan tidak ada kemacetan yang terlalu seperti 2 atau 3 tahun yang lalu,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”trenggalek”]
Masyarakat sudah bisa mengatur ritme bersilaturahmi. Tidak menjadi satu waktu ketika siang, namun malam menurut keterangan para Kyai sudah ada yang berkunjung sehingga tidak terjadi penumpukan atau kerumunan masa yang terlalu.
Seperti pawai-pun, para tokoh masyarakat juga bersepakat untuk tidak perlu dilaksanakan. Sehingga tradisi Kupatan-nya cukup khidmat dengan saling berailaturahmi dan tentunya dengan kuliner ketupat sayur yang tersedia gratis bagi siapapun yang mau bersilaturahmi. “Itu indahnya ber-Kupatan di Kabupaten Trenggalek,” tandas Bupati Arifin. [nm/ted]






