Malang (beritajatim.com) – Wali Kota Malang Sutiaji berpesan untuk jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk terus meningkatkan kualitas untuk menjawab problematika dan tuntutan masyarakat.
Sutiaji menuturkan, hasil disertasi akademisi yang membahas tentang efektivitas pelayanan publik. Terdapat, kesimpulan pemerintah yang memiliki efektivitas pelayanan publik didukung oleh pemimpin-pemimpin yang mempunyai kompetensi dan unggul dalam detail-detail yang rinci.
Sutiaji menyebut, atas hasil kajian ini dia melihat bahwa di era seperti sekarang, tipologi kepemimpinan sudah banyak berubah. Di era ekpektasi masyarakat yang semakin tinggi, tipologi kepemimpinan yang diinginkan yaitu pemimpin yang tidak hanya memerintah, tetapi lebih pada pemimpin yang bertipikal mau untuk mengetahui dan mencari tahu sampai dengan detail terkecil.
Sutiaji menuturkan korelasi dari disertasi dengan perilaku kerja yang dilakukan adalah perubahan paradigma dimana pemimpin harus mampu menyentuh sampai pada implementasi terkecil yang dilakukan. Terutama adalah yang berhubungan dengan permasalahan baik di lingkup organisasinya ataupun di lingkup masyarakat.
“Saya ingin memberikan informasi hasil disertasi dari 2 doktor yang mengambil fokus kepada layanan publik. 1 dari Universitas Indonesia dan 1 dari Universitas Brawijaya, dari hasil kajian pemerintah yg dianggap berhasil itu adalah pemimpin pemimpin yang mempunyai kemampuan dan mempunyai kompetensi secara detail itu artinya bahwa saat ini diperlukan seorang pemimpin yang mengerti sampai detail,” ujar Sutiaji, Selasa, (20/6/2023).
“Kalau di era dulu mungkin cukup memerintahkan apa yang diperintahkan kadang kadang tidak mengerti sampai detail, tapi sampai saat ini dia ngambilnya sampling dan randomnya dari beberapa kabupaten dan beberapa sampai gubernur bahwa pemimpin yang berhasil itu adalah pemimpin yang detail yang mengerti permasalahan permasalahan di masyarakat,” ujar Sutiaji.
Sutiaji mengatakan jika pemimpin mengetahui implementasi sampai detail ke hal terkecil maka akan memudahkan pimpinan untuk melakukan kontrol dan pengawasan. Katanya, hal ini didasarkan pada sifat masalah yang cenderung dinamis dan yang paling penting yaitu dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
“Struktural bisa mengambil sikap dan kontrol terus menerus yang harapannya tentu masuk kepada era digitalisasi yang sempurna atau sudah mendekati paripurna maka memang kita diwajibkan dan diharuskan mengerti apa yang menjadi permasalahan kita bersama dan masalah itu sifatnya tidak statis, masalahanya dinamis, goalnya diharapkan nanti trust masyarakat terhadap pemerintahan semakin hari semakin tinggi,” ujarnya.
BACA JUGA:
Wali Kota Malang Sutiaji Bangga, Jarik Ma’Siti Tembus Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2023
“Maka siapa kerja apa ini harus bener bener dipahami, dilaksanakan dan dikontrol terus menerus, ketika kita bicara siapa maka siapa itu harus ngerti apa yang menjadi core bisnis dari sebuah proses yang sehingga harapannya ketika dia bekerja, siapa bekerja apa, apa itu harus didetailkan analisa swotnya, kalau ditinjau dari filosofi harusnya bisa menerangkan apa kerja apa. maka indikator indikator capaiannya harus jelas,” sambungnya.
Sutiaji berpesan kepada ASN bahwa kehadiran negara di tengah masyarakat sangatlah dibutuhkan. Sutiaji menilai dinamika perubahan membuat masyarakat ingin lebih diayomi dan diperhatikan, oleh karena dirinya mengajak semua ASN di Kota Malang untuk berkolaborasi dan berakselerasi.
“Semuanya dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjawab kepercayaan masyarakat,” ujarnya. [luc/but]






