Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berpesan untuk terus mendorong peningkatan layanan dan inovasi bagi para pelaku wisata di ujung timur Jawa tersebut. Apalagi saat ini Banyuwangi memberlakukan pelonggaran untuk menyambut wisatawan.
Kondisi ini seiring pandemi Covid-19 yang mulai menurun intensitasnya. Meski demikian, Ipuk berharap semua tidak boleh lengah dan terus berupaya adanya lompatan inovasi di segala sektor.
“Pariwisata kita tidak boleh hanya berpuas diri dengan pencapaian saat ini. Perlu terus meningkat layanan dan menciptakan inovasi-inovasi baru. Supaya kunjungan wisatawan tidak hanya sekali, tapi kembali lagi, lagi dan lagi,” ungkap Ipuk saat memberikan tali asih kepada pelaku wisata, seniman dan budayawan di pelinggihan Dinas Pariwisata Banyuwangi, Kamis (28/4/2022).
Khusus di momen liburan, Pemkab Banyuwangi memberikan stimulus di sejumlah destinasi wisata dengan berbagai pertunjukan seni. Hal ini, bertujuan untuk memberikan ruang kreasi bagi para seniman, sekaligus mendongkrak kunjungan wisatawan.
“Dalam situasi apapun, kami berkomitmen penuh untuk senantiasa mendampingi dunia pariwisata, kesenian dan kebudayaan di Banyuwangi. Seperti halnya penyaluran tali asih ini,” ungkap Ipuk.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bupati-ipuk”]
Hal yang sama juga ditekankan oleh Ipuk kepada para seniman Banyuwangi. Ia meminta para seniman terus berkreasi melahirkan karya-karya baru. “Sehingga para penonton akan mendapatkan kesan yang baru setiap melihat pertunjukan kesenian di Banyuwangi ini,” ujar Ipuk.
Ipuk menyebut, Budayawan dan pelaku wisata di Banyuwangi adalah bagian dari bentuk keberpihakan pemerintah. “Jangan dilihat nominalnya. Memang tidak seberapa. Tapi ini adalah komitmen kami untuk terus mensupport dunia wisata, kesenian dan kebudayaan di bumi Blambangan ini,” terang Ipuk usai pemberian tali asih kepada sejumlah seniman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi M. Yanuar Bramuda menyebutkan untuk pemberian tali asih disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah. “Penerimanya yang tahun ini berbeda dengan penerima tahun sebelumnya. Ini kita kurasi. Karena, jika berbicara pelaku seni, budaya dan wisata, amat sangat banyak. Jadi, kita urutkan,” pungkas Bramuda. [rin/suf]






