Surabaya (beritajatim) – Nama fase tentu mau tidak mau, suka atau tidak harus dijalani. Ada yang beranggapan bahwa hidup adalah tentang peningkatan kemampuan. Pada dasarnya, semua orang yang hidup tentu saja ingin selalu menjadi lebih baik atau banyak yang menyebutnya dengan level selanjutnya.
Sebuah fase yang cukup mengubah hidup kita adalah berumah tangga. Ketika kita sudah memutuskan untuk menikah, maka hidup akan jauh berbeda dibandingkan menjadi layang. Namun, kembali lagi semua berjalan rumit atau tidak, tergantung cara kita menyikapinya. Perhatikan perubahan yang mungkin dialami kala kita sudah menikah.
Menutup Telinga dan Hati-Hati untuk Pihak Ketiga
Kesetiaan menjadi hal penting karena sudah terkunci untuk satu orang. Pernikahan bukan sesuatu yang layak untuk dijadikan mainan. Maka dari itu, ketika sudah memilih pastikan kita memiliki batasan yang jelas dengan layak jenis sehingga tidak memicu perselingkuhan baik sengaja maupun tidak.
Mengambil Keputusan Secara Bersama
Pernikahan berarti menyatu dua kepala menjadi satu pemikiran. Keputusan apapun yang dalam rumah tangga kita, sudah tidak dapat diputuskan sendiri, tapi berdua. Seringlah berkomunikasi atau berdiskusi dengan pasangan. Dari situlah, bukan hanya keputusan yang didapatkan tapi pemahaman antar satu sama lain semakin dibangun.
Hapus dari Perkataan “Malas Bekerja“
Membangun rumah tangga berarti kita 100% terbebas dari tanggungan orang tua. Maka dari itu, sudah waktunya untuk semakin rutin bekerja dan bukan bermalas-malasan. Mungkin jika hanya hidup berdua, masih bisa sedikit santai. Tapi lain halnya ketika sudah mendapatkan momongan. Ada banyak pemacu untuk semangat, namun tetap tulus dan ikhlas sehingga kita menikmati pekerjaan dengan lebih bahagia.
Pioritas Waktu untuk Keluarga
Dalam membangun rumah tangga tentu perlu yang namanya meluangkan waktu. Jika saat masih lajang, kita bebas menggunakan waktu untuk diri sendiri atau teman-teman. Lain halnya dengan menikah tentu saja, selalu ada yang setia menunggu kita di rumah. Menikah bukan berarti mengekang tapi ada pioritas yang secara tidak langsung berubah. Maka dari itu, belajar memanfaatkan waktu dengan lebih bijak. (PRD/ian)






