Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya gagal curi poin dari PSIS Semarang, hingga tambahan waktu tiga menit Taise dkk berakhir dengan skor 0-0 dalam laga lanjutan BRI Liga 1 putaran kedua.
Meski bermain mendominasi sejak babak pertama dan kedua, tim besutan Aji Santoso ini kesulitan mencetak gol namun hasil imbang sudah di syukuri pelatih asal Malang, Jawa Timur ini.
Menurutnya pasca 12 pemain Persebaya terpapar covid 19 ini berdampak kepada semua pemain, bukan hanya psikis mental pun juga dirasakan terbukti para pemain tidak terlalu fokus pada permainnya.
Ada beberapa peluang dari pemain, tiga peluang seharusnya Persebaya bisa cetak gol namin sayang esekusi yang dilakukan gagal. Ini menjadi pertandingan darurat bagi Persebaya.
“Permainan kami memang mendominasi sampai lawan kesulitan untuk mencetak gol, dan kita ada tiga peluang tapi tidak terselesaikan dengan bagus tapi itulah sepak bola yang jelas saya bersyukur meski dapat satu poin karena memang kondisinya pemain kita tidak ideal ada 12 pemain yang sedang karantina,” ungkap Aji.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persebaya”]
Selain itu Aji menjelaskan jika saat pertandingan ia tak memiliki cadangan pemain belakang otomatis ia harus memaksakan pemain yang turun bertahan selama 90 menit. “Jadi permainan ini kita paksakan kita tidak punya cadangan pemain belakang jadi mau tidak mau saya paksakan bertahan. kalau normal kita masih punya dua hingga tiga pemain,” tutupnya. [way/ted]






